Share

Perawat Ini Sadar dari Koma Selama 25 Hari Akibat Covid-19 Usai Diberi Viagra Sebelum Ventilator Dimatikan

Susi Susanti, Okezone · Senin 03 Januari 2022 19:07 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 18 2526894 perawat-ini-sadar-dari-koma-selama-25-hari-akibat-covid-19-usai-diberi-viagra-sebelum-ventilator-dimatikan-6XhtyHDABH.jpg Perawat ini sadar dari koma usai diberi viagra (Foto: Monica Almeida/The Lincolnite)

INGGRIS – Hidup perawat ini bagaikan mendapat keajaiban Natal setelah menghabiskan waktu selama 45 hari berjuang melawan Covid-19 dan 25 hari dalam kondisi koma. Dia berhasil sembuh dan hidup kembali berkat diberi Viagra.

Monica Almeida, yang telah disuntik vaksin Covd-19 lengkap, dinyatakan positif terkena virus dan akhirnya dilarikan ke rumah sakit (RS) dan langsung masuk ruang resusitasi.

Wanita berusia 37 tahun itu sakit kritis dan hanya 72 jam sebelum ventilatornya dimatikan, dokter berpikir cepat dan memutuskan untuk memberinya dosis besar obat yang terkait dengan disfungsi ereksi.

Dalam beberapa hari, pernapasannya membaik dan tingkat oksigen yang dia butuhkan turun setengahnya.

"Pasti Viagra yang menyelamatkan saya. Dalam 48 jam itu membuka gelombang udara saya dan paru-paru saya mulai merespons,” terang ibu dua anak itu kepada Lincolnlite.

Baca juga:  Perawat Ini Lakukan Pelecehan Seksual ke Pasien Disabilitas hingga Melahirkan, Dihukum Penjara 10 Tahun

"Jika Anda berpikir bagaimana obat itu bekerja, itu memperluas pembuluh darah Anda. Saya menderita asma dan kantung udara saya membutuhkan sedikit bantuan,” lanjutnya.

Setelah perawatan eksperimental, perawat spesialis pernapasan dari Gainsborough, Lincolnshire ini pun bisa pulang ke rumah untuk merayakan Natal bersama orang yang dicintainya setelah hampir dua bulan terjebak di ranjang rumah sakit.

Baca juga: Resep 'Viagra' Alami, Biar Makin Tangguh di Atas Ranjang 

Baca Juga: Salurkan BLT BBM kepada 20,65 Juta KPM, Ini Strategi Pos Indonesia

Almeida pun memuji staf kreatif di Lincoln County Hospital karena memberinya Viagra dan menyelamatkan hidupnya.

"Saya memiliki sedikit lelucon dengan konsultan setelah saya datang karena saya mengenalnya,” ungkapnya.

"Dia bilang itu Viagra, aku tertawa dan mengira dia bercanda, tapi dia berkata, 'tidak, sungguh, kamu sudah minum Viagra dalam dosis besar. Itu keajaiban Natal kecilku,” ujarnya.

Almeida, yang juga penderita asma, sekarang dalam proses pemulihan. Dokter mengatakan jika dia tidak divaksin dua kali, dirinya bisa terancam meninggal dunia.

Dia dinyatakan positif Covid-19 pada Oktober dan dalam beberapa hari dia kehilangan indra penciuman dan rasa sebelum mulai batuk darah.

Dia pun memutuskan pergi ke A&E, namun diminta pulang dengan resep dan tanpa perawatan.

Dalam dua jam setelah berada di rumah, Almeida terbangun dengan batuk dan tidak bisa bernapas dengan baik sehingga suaminya menelepon 999.

Dia dibawa ke ICU dan koma pada 16 November dengan kondisinya yang sangat parah, orang tuanya disuruh terbang dari Portugal untukmengucapkan selamat tinggal terakhir mereka.

Namun keajaiban terjadi pada 14 Desember, dia bangun dari komanya yang panjang.

"Saya tidak pernah berharap pada usia 37 tahun untuk sakit seperti saya. Saya tidak pernah berpikir ini akan terjadi pada saya dan saya ingin orang-orang menganggapnya lebih serius,” ujarnya setelah keluar dari rumah sakit.

Almeida mendesak orang-orang untuk memberikan sumbangan ke United Lincolnshire Hospitals Charity.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini