Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Serangan Kesultanan Banten yang Luluh Lantahkan Kerajaan Pajajaran

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 04 Januari 2022 |07:01 WIB
 3 Serangan Kesultanan Banten yang Luluh Lantahkan Kerajaan Pajajaran
Foto: istimewa
A
A
A

SEBELUM berhasil menaklukkan dan membuat Kerajaan Pajajaran melemah, Banten konon beberapa kali merencanakan skenario serangan. Tercatat ada tiga kali usaha Banten menguasai Kerajaan Pajajaran, dimana upaya menguasai Pajajaran.

Perihal Kerajaan Banten merupakan bagian dari koalisi kesultanan Islam Demak dan Cirebon. Dimana Banten yang berhasil dikuasai pasukan Demak dan Cirebon, atas petunjuk Syarif Hidayatullah pusat pemerintahan Banten Girang dipindahkan dari pedalaman ke dekat pelabuhan Banten.

Baca juga:  Copet hingga Maling Merajalela Saat Prabu Nilakendra Memerintah Kerajaan Pajajaran

Pada akhirnya Kerajaan Banten merupakan satu kerajaan islam di Jawa yang masih satu frekuensi dengan Demak dan Cirebon. Di sisi lain, berdirinya Kerajaan Banten membuat Kerajaan Pajajaran kian terusik. Dikisahkan pada buku "Hitam Putih Pajajaran : Dari Kejayaan Hingga Keruntuhan Kerajaan Pajajaran" dari tulisan Fery Taufiq El Jaquenne, Pajajaran tak memiliki kedekatan dengan Banten, apalagi sebelumnya merupakan daerah kekuasannya.

Masih ada keinginan kembali dari Pajajaran untuk menguasai Banten lagi. Saat itu Pajajaran dipimpin oleh Surawisesa, pasca rajanya Prabu Siliwangi mangkat. Di saat itulah, beberapa kali terjadi pergolakan di wilayah - wilayah kerajaan kecil di sekitar Pakuan yang awalnya kerajaan bawahan. Tetapi oleh Surawisesa berhasil ditangani dengan susah payah.

Baca juga:  Tabiat Ratu Sakti Raja Pajajaran: Menikahi Istri Ayah Sendiri hingga Gemar Membunuh

Di sisi lain Banten begitu mempersiapkan dirinya untuk menyerang Pajajaran, pasukan sudah dilatih sedemikian rupa untuk menghadapi serangan sewaktu-waktu. Bahkan serangan Banten ke ibu kota Pakuan benar-benar dilakukan. Tetapi kuatnya benteng pertahanan Pajajaran yang dibangun sejak Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi membuat pasukan Banten kembali dan mundur.

Tetapi serangan itu menyisakan duka bagi Kerajaan Pajajaran yang saat itu dipimpin oleh Ratu Dewata, pasca raja Surawisesa mangkat. Sebab dua punggawa terkenal dan disegani di Pajajaran yakni Tohaan Ratu Sarendet dan Tohaan Ratu Sangiang gugur di medan peperangan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement