Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Tragis! Anak Celurit Ayah Kandung hingga Tewas karena Suara Aktivitas Renovasi Rumah

Avirista Midaada , Jurnalis-Rabu, 05 Januari 2022 |14:50 WIB
Tragis! Anak Celurit Ayah Kandung hingga Tewas karena Suara Aktivitas Renovasi Rumah
Ilustrasi: Okezone
A
A
A

MALANG – Peristiwa pembunuhan anak terhadap orangtua kembali terjadi. Kejadian memilukan itu terjadi di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

(Baca juga: Anak yang Penggal Kepala Ayahnya Diperiksa Kejiwaannya)

Pelaku diketahui bernama Hudi Cahyono (37) tega membunuh ayahnya dengan celurit bernama Suradi (65), warga Dusun Krajan RT 20 RW 3 Desa Jambangan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang.

Kaur Umum Pemerintah Desa (Pemdes) Jambangan Sabar Santoso membenarkan, peristiwa pembunuhan yang dialami warganya bernama Suradi. Suradi ditemukan meninggal pada pukul 07.00 WIB, Rabu pagi (5/1/2022). Saat itu Sabar mendapati korban telah tergeletak dengan penuh luka dan darah di dapur rumahnya.

 (Baca juga: Kesal Tak Diberi Uang, Pemuda Singkawang Pukul Orangtua hingga Tewas)

"Kejadiannya jam 7 pagi tadi. Yang pertama menemukan saudaranya, anak keduanya yang tunawicara itu teriak - teriak sehingga teman-teman dan warga berdatangan," ucap Sabar Santoso, kepada Okezone di kamar jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Rabu (5/1/2022).

Setelah diselidiki di dalam rumah, dikatakan Sabar, korban sudah tergeletak dengan luka di beberapa bagian kepalanya. Tetapi saat dievakuasi ke rumah anak pertamanya di depan rumah korban, Suradi sudah meninggal dunia.

Dari penuturan anak korban pertama Ponimin, adiknya tega membunuh sang ayah kandung, karena diduga merasa terganggu dengan renovasi rumah yang tengah dilakukan. Sebab sudah 10 hari rumah yang ditinggali korban dan kedua anaknya tengah dilakukan renovasi rumah.

"Selama ini kan orang itu (pelaku) berdiam diri di kamar pelaku, Karena 10 hari itu rumahnya itu seakan-akan terusik. Sehingga sasaran akhirnya bapaknya itu yang diancam itu. Tadi diamankan sempat diancam. Itu yang ngancam pelaku," ungkap pria berusia 56.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement