Ferdinand mengatakan kalau dirinya hanya melakukan dialog imajiner yang hanya ada di dalam hati dan pikirannya.
"Yang saya lakukan itu adalah dialog imajiner antara pikiran dan hati saya ketika saya. Saya menyatakan Hai Ferdinand kalau akan habis tidak ada yang bisa menjagamu Allah melemah. Tetapi kemudian hati saya berkata Hey kau tidak Ya Allah kuat jadi jangan Samakan Allahku dengan Allahmu," katanya.
Ferdinand merasa kalau orang-orang yang menuduhnya macam-macam justru malah ikut memelintir omongan Ferdinand. Mereka kerap menggunakan kata "tabayyun" tetapi justru tidak menerapkan itu.
Selain itu, Ferdinand juga mengaku sedang ada beban pikiran. Ferdinand juga sudah meminta maaf kepada orang-orang yang merasa dirugikan karena cuitan tersebut.
"Kemarin saya sedang banyak beban, tapi sekarang sudah tidak apa-apa. Saya minta maaf kepada siapapun yang merasa cuitan saya mengganggu atau membuat siapapun tidak nyaman tapi intinya bahwa itu adalah dialog imajiner antara pikiran nanti saya bukan menyerang siapa pun," pungkasnya.
(Arief Setyadi )