Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Presiden Kazakhstan: Pasukan Keamanan Rusia Akan Mundur dalam 2 Hari

Agregasi VOA , Jurnalis-Rabu, 12 Januari 2022 |05:08 WIB
Presiden Kazakhstan: Pasukan Keamanan Rusia Akan Mundur dalam 2 Hari
Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev (Foto: Reuters)
A
A
A

KAZAKHSTAN - Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev mengumumkan Selasa (11/1) bahwa aliansi keamanan yang dipimpin Rusia akan mulai menarik pasukannya dari negara itu dalam dua hari setelah menyelesaikan misinya.

Pasukan yang sebagian besar beranggotakan tentara Rusia itu dikerahkan ke Kazakhstan pekan lalu oleh Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO), aliansi militer enam negara bekas Soviet, atas permintaan Presiden di tengah kerusuhan publik terburuk yang pernah dihadapi negara bekas Soviet itu sejak memperoleh kemerdekaan 30 tahun lalu.

Protes atas kenaikan harga bahan bakar meletus di negara Asia Tengah yang kaya minyak dan gas itu pada 2 Januari lalu, dan dengan cepat menyebar ke berbagai penjuru negara berpenduduk 19 juta orang tersebut.

 Baca juga: AS Pertanyakan Pengerahan Pasukan Rusia Bantu Kerusuhan di Kazakhstan

Slogan-slogan politik yang mencerminkan ketidakpuasan yang lebih luas terhadap pemerintah otoriter muncul dalam aksi-aksi protes itu. Selama beberapa hari berikutnya, demonstrasi berubah menjadi sangat keras, sehingga mengakibatkan puluhan warga sipil dan tentara keamanan tewas.

Baca juga:  Bubarkan Kerusuhan, Presiden Kazakhstan Perintahkan Lepaskan Tembakan Tanpa Peringatan

Di Almaty, bekas ibu kota dan kota terbesar Kazakhstan, pengunjuk rasa membakar gedung-gedung pemerintah dan merebut bandara. Pada akhir pekan, kerusuhan sebagian besar telah berhasil diredam.

Presiden Tokayev menuding kerusuhan itu didalangi para "teroris" yang didukung pihak-pihak asing dan bersikeras menyatakan bahwa permintaannya untuk meminta bantuan dari CSTO dapat dibenarkan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement