PBB Desak Dana Afghanistan yang Diblokir Rp136 Triliun Segera Dibebaskan untuk Selamatkan Nyawa

Agregasi VOA, · Jum'at 14 Januari 2022 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 18 2532138 pbb-desak-dana-afghanistan-yang-diblokir-rp136-triliun-segera-dibebaskan-untuk-selamatkan-nyawa-fhBzu5cRrG.jpg Sekjen PBB Antonio Guterres (Foto: AFP)

NEW YORK - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres, pada Kamis (13/1) meminta penangguhan beberapa aturan agar dana cadangan Bank Sentral Afghanistan bisa segera dicairkan dan digunakan di Afghanistan. Hal ini untuk menyelamatkan nyawa dan ekonomi sekaligus membuka jalan menuju pembebasan bersyarat cadangan mata uang asing Afghanistan yang dibekukan.

Diketahui, dana cadangan Bank Sentral Afghanistan sekitar USD9,5 miliar (Rp136 triliun)  di luar negeri diblokir terutama di Amerika Serikat (AS). Adapun dukungan internasional kepada pemerintah sebelumnya terus menurun sejak Taliban merebut kekuasaan pada Agustus tahun lalu.

"Pendanaan internasional harus diizinkan untuk membayar gaji pekerja sektor publik, membantu lembaga-lembaga Afghanistan memberikan layanan kesehatan, pendidikan dan layanan vital lainnya," terangnya kepada sejumlah wartawan di New York.

Baca juga:  Wamenkeu AS : Taliban Tak Diizinkan Akses Dana Cadangan Bank Sentral Afghanistan

"Fungsi Bank Sentral Afghanistan harus didukung dan dipertahankan, dan dibuka jalur untuk pelepasan bersyarat cadangan mata uang asing Afghanistan," lanjutnya.

"Kita harus berbuat lebih banyak untuk dengan cepat menyuntikkan likuiditas dana dalam perekonomian guna menghindari kehancuran yang dapat menyebabkan kemiskinan, kelaparan, dan kesengsaraan bagi jutaan orang," ujarnya.

Baca juga: PBB Peringatkan Afghanistan Butuh Dana, untuk Cegah Kehancuran Ekonomi dan Kelaparan

Sementara itu, Kepala PBB untuk bantuan kemanusiaan, Martin Griffiths secara virtual akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Jumat (14/1).

Guterres mengatakan mereka akan membahas mekanisme yang memungkinkan suntikan dana yang efektif ke dalam ekonomi Afghanistan. Hal itu juga akan menciptakan sistem keuangan di Afghanistan yang dapat beroperasi dalam mata uang lokal.

(sst)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini