ALMATY - Jenazah 225 orang yang tewas dalam kerusuhan di Kazakhstan pekan lalu, termasuk 19 anggota pasukan keamanan, dikirim ke kamar mayat di seluruh negeri, kata kantor kejaksaan, Sabtu (15/1/2022).
BACA JUGA: Ngerinya Kerusuhan Berdarah di Kazakhstan, Polisi Dipenggal, Puluhan Orang Ditembak Mati
Angka itu termasuk warga sipil dan "bandit" bersenjata yang dibunuh oleh pasukan keamanan, kata Serik Shalabayev, kepala penuntutan pidana di kantor kejaksaan, dalam sebuah pengarahan yang dilansir Reuters.
Dia tidak memberikan rincian angka yang tepat dan mengatakan angka dapat diperbarui nanti.
BACA JUGA: Harta 4 Miliarder Kazakhstan Lenyap Rp42,9 Triliun Imbas Kerusuhan
Protes kekerasan dimulai di negara Asia Tengah itu bulan ini setelah lonjakan harga bahan bakar mobil. Jumlah korban yang diberikan oleh Shalabayev menegaskan kekerasan itu adalah yang paling mematikan dalam sejarah pasca-Soviet negara itu.
Shalabayev mengatakan 50.000 orang bergabung dengan kerusuhan di Kazakhstan, yang mencapai puncaknya pada puncaknya pada 5 Januari ketika massa menyerbu dan membakar gedung-gedung pemerintah, mobil, bank dan toko-toko di beberapa kota besar.