Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dihantam Erupsi Gunung Berapi dan Tsunami, Tonga Meminta 'Bantuan dengan Segera'

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 17 Januari 2022 |13:14 WIB
Dihantam Erupsi Gunung Berapi dan Tsunami, Tonga Meminta 'Bantuan dengan Segera'
Pesawat P-8 Poseidon angkatan udara Australia bersiap terbang untuk menilai kerusakan akibat letusan gunung berapi bawah laut di Tonga, 17 Januari 2022. (Foto: Departemen Pertahanan Australia via Reuters)
A
A
A

NUKUALOFA - Tonga memohon "bantuan segera" karena kebutuhan mendesak akan air bersih dan makanan menyusul letusan gunung berapi bawah laut letusan Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai pada Sabtu (15/1/2022). Pemerintah masih berusaha menilai besarnya kerusakan yang disebabkan letusan itu.

BACA JUGA: Lebih Lemah dari Krakatau, Letusan Gunung Berapi Tonga Diperkirakan Setara 1.000 Kali Bom Hiroshima

Letusan Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai kali ini disebut sebagai letusan gunung berapi terbesar sejak erupsi Pinatubo di Filipina pada 1991. Letusan tersebut memicu tsunami dan menyelimuti negara kepulauan Pasifik itu dengan abu vulkanik.

“Komunikasi tetap terputus dan sejauh mana kerugian terhadap nyawa dan harta benda saat ini tidak diketahui. Yang kami tahu adalah bahwa Tonga membutuhkan bantuan segera untuk menyediakan air minum dan makanan segar bagi warganya,” kata Ketua Parlemen Tonga Lord Fakafanua dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di media sosial sebagaimana dilansir Al Jazeera.

BACA JUGA: Erupsi Gunung Tonga, Selandia Baru dan Australia Kirim Pesawat untuk Menilai Kerusakan, 80.000 Orang Terdampak

Seruan itu datang ketika para ahli mendeteksi letusan lain di Hunga-Tonga-Hunga-Ha'apai.

Australia dan Selandia Baru pada Senin (17/1/2022) mengirim penerbangan pengintai untuk menilai kerusakan di Tonga dan mengatakan mereka berkoordinasi dengan Amerika Serikat, Prancis, dan negara-negara lain dalam tanggapan kemanusiaan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement