Selanjutnya, Patih Amangkubhumi Gajah Mada diikuti oleh semua patih di seluruh wilayah Majapahit mendekat arca dan memberikan sembah. Terakhir ialah para bupati, tumenggung, dan para raja dari seberang lautan, sehabis berbakti sembah, mereka semua kembali duduk di tempatnya semula.
Setelah pemujaan selesai, persembahan - persembahan yang dibawa pun dihaturkan. Persembahan raja Matahun berupa benteng putih, yang terus-menerus mengeluarkan makanan dan harta dari mulutnya. Raja Wengker mempersembahkan rumah-rumahan di tengah taman yang bertingkat-tingkat dan menyebar yang di atas lantai balai agung.
Persembahan raja Tumapel berupa wanita cantik jelita yang dipertunjukkan selama pesta srada berlangsung. Paling hebat adalah persembahan Hayam Wuruk, berupa gunung Mandara yang digerakkan oleh para dewa dan raksasa, dikelilingi oleh kolam berisi ikan lambora yang sedang mabuk.
Setiap hari dihidangkan makanan yang sedap dan enak. Konon pesta srada ini dilakukan hingga tujuh hari tujuh malam, seluruh orang membanjiri Kota Majapahit. Mereka berduyun-duyun untuk menyaksikan apa yang terjadi selama pesta srada yang paling besar sampai pada saat itu.
Baca juga: 3 Kisah Cinta Zaman Kerajaan di Nusantara Berakhir Tragis, Roro Jonggrang Salah Satunya
Setiap hari selalu ada pertunjukan, acaranya pun berganti - ganti, nyanyian, tari-tarian, tinju, gulat, perang tanding, wayang, topeng, dan sebagainya memeriahkan acara peringatan wafatnya Gayatri. Pada hari ketujuh, Hayam Wuruk menari di ruang tertutup, yang boleh hadir hanya para putri dan istri pejabat Majapahit.
Baca juga: Kisah Raja Hayam Wuruk Jatuh Cinta kepada Dyah Pitaloka, Kecantikannya Tergambar dalam Lukisan
Di hari kedelapan peringatan wafatnya Gayatri, pagi-pagi pendeta Buddha berkumpul dan bersama mereka memberi hormat. Lalu menyanyikan lagu pujaaan yang diciptakan khusus untuk Rajapatni, yang telah pulang ke Budhaloka. Setelah itu arca bunga diturunkan dari singgasana dengan upacara.
Segala sajian habis, dibagi ke semua yang hadir, pesta srada pun telah selesai. Menyusul kemudian adalah perbaikan makam Rajapatni di Kamal Pendak.
(Widi Agustian)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.