Share

Mantan Plt Kadis Dukcapil Nekat Penyalahgunaan KTP untuk Dapat Ambulans dari Parpol

Antara, · Selasa 18 Januari 2022 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 17 340 2533671 mantan-plt-kadis-dukcapil-nekat-penyalahgunaan-ktp-untuk-dapat-ambulans-dari-parpol-RcDWMDX25N.jpg Illustrasi (foto: dok Sindo)

MUKOMUKO - Kepolisian Resor Mukomuko, Polda Bengkulu, menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan kartu tanda penduduk (KTP), dengan cara penyebarluasan administrasi kependudukan ini untuk persyaratan mendapatkan mobil ambulans dari salah satu partai politik.

Tiga orang tersangka ini adalah mantan Plt Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Mukomuko AN, Sopir AN berinisial NA, dan oknum pengurus partai politik RU.

"Awalnya ketiga tersangka minta didampingi penasihat hukum saat perubahan status dari saksi menjadi tersangka, tetapi hari ini status menjadi tersangka," kata Kapolres Mukomuko AKBP Witdiardi melalui Kasat Reskrim AKP Teguh Ari Aji dalam keterangannya di Mukomuko, Senin (17/1/2022).

Baca juga: Viral Pensiunan Guru Minta Tolong Presiden Usai Ditipu dan Terusir dari Rumahnya

Ia mengatakan, untuk sementara ini belum ada bukti kuat yang mengarah ke calon tersangka yang lain, meskipun ada keterangan dari salah satu tersangka melakukan hal tersebut diduga atas permintaan dari salah oknum pejabat eselon dua di lingkungan pemerintah setempat.

โ€œYang lain, buktinya tidak ada. Bisa saja siapa pun mengatakan, atas perintah siapa dan ada siapa saja. Tapi kita kan harus ada bukti," ujarnya.

Baca juga: Ngaku Bendahara Dealer Motor, Mamah Muda Tipu Warga

Ia menyatakan, meskipun ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka, namun ketiganya tidak ditahan karena kasus ini masih dalam penanganan penyidik kepolisian resor setempat.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Selain itu, tiga tersangka ini tidak ditahan karena ketiganya ini terjerat aturan dengan ancaman maksimal dua tahun penjara.

Kendati demikian, ia berharap, tiga tersangka ini tetap kooperatif dan tidak berusaha melarikan diri keluar daerah ini.

Kepolisian Resor Mukomuko mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus ini, yakni satu unit laptop berikut dengan dokumen yang terdapat di dalam laptop, berupa berita acara pemusnahan barang bukti berupa KTP elektronik invalid.

"Termasuk juga kita sita, foto yang beredar di media sosial dan sejumlah dokumen pendukung lainnya juga sudah kita amankan," ujarnya.

Sementara itu, kasus ini berawal ketika salah satu pengurus partai politik di daerah ini sangat membutuhkan sejumlah fotokopi KTP untuk syarat mendapatkan satu unit mobil ambulans dari partai politik di tingkat pusat.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini