Share

WHO: Tidak Ada Bukti Vaksin Booster Harus Diberikan ke Remaja dan Anak-Anak

Susi Susanti, Okezone · Rabu 19 Januari 2022 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 18 2534565 who-tidak-ada-bukti-vaksin-booster-harus-diberikan-ke-remaja-dan-anak-anak-v5SmTaUJlt.jpg Vaksin booster untuk remaja dan anak-anak (Foto: AP/The Brattleboro Reformer)

JENEWA - Para ilmuwan top Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan saat ini tidak ada bukti bahwa suntikan vaksin booster Covid-19 harus diberikan kepada anak-anak dan remaja yang sehat.

“Tujuannya adalah untuk melindungi mereka yang paling rentan, untuk melindungi mereka yang berisiko tinggi terkena penyakit parah dan sekarat, mereka adalah populasi lanjut usia kita, yang memiliki gangguan kekebalan dengan kondisi yang mendasarinya dan juga petugas kesehatan,” terang Kepala ilmuwan WHO Dr. Soumya Swaminathan dalam press briefing pada Selasa (18/1).

Swaminathan mengatakan Kelompok Ahli Penasihat Strategis WHO tentang Imunisasi (SAGE) akan bertemu akhir pekan ini untuk mempertimbangkan bagaimana pemerintah harus memikirkan booster.

Baca juga: WHO: Secara Global, Kasus Baru Covid-19 Melonjak Tajam Seminggu Terakhir

Sementara itu, Direktur eksekutif WHO untuk kedaruratan kesehatan, Dr. Michael Ryan, mengatakan bahwa organisasi tersebut belum mengetahui berapa banyak dosis yang mungkin dibutuhkan orang.

Baca juga:  WHO: Lebih dari Setengah Eropa Akan Terinfeksi Omicron dalam 6 - 8 Minggu

“Saya pikir orang-orang memiliki ketakutan tertentu di luar sana bahwa booster ini akan menjadi seperti setiap dua atau tiga bulan dan semua orang harus pergi dan mendapatkan booster. Dan saya rasa kami belum memiliki jawaban untuk itu," ujarnya.

SAGE pada akhirnya dapat mendefinisikan kembali berapa banyak dosis yang akan menjadi "rangkaian utama" vaksin. Ryan menambahkan, kebanyakan orang sehat mungkin hanya membutuhkan dua, tetapi orang tua atau orang yang mengalami gangguan kekebalan dapat memerlukan tiga atau empat.

Pekan lalu, Kelompok Penasihat Teknis WHO tentang Komposisi Vaksin Covid-19 (TAG-Co-VAC) mengatakan bahwa strategi vaksinasi berdasarkan dosis penguat berulang dari komposisi vaksin asli tidak mungkin tepat atau berkelanjutan. Kelompok ini mendesak negara-negara anggota untuk memprioritaskan vaksinasi primer untuk kelompok berisiko tinggi daripada universal boosting.

Pakar TAG-Co-VAC juga mengatakan bahwa saat ini vaksin berfokus pada pengurangan penyakit parah dan melindungi sistem perawatan kesehatan, sementara ada kebutuhan berkelanjutan akan vaksin yang mencegah infeksi dan penularan virus.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini