Share

PM Inggris: Tidak Ada yang Memperingatkan Saya Acara Minum-Minum Melanggar Aturan

Susi Susanti, Okezone · Rabu 19 Januari 2022 16:17 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 19 18 2534635 pm-inggris-tidak-ada-yang-memperingatkan-saya-acara-minum-minum-melanggar-aturan-X53wjyl9IF.jpg PM Inggris Boris Johnson (Foto: BBC)

INGGRIS – Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson dengan tegas membantah telah diperingatkan bahwa pesta minuman di taman di kantornya 10 Downing Street berisiko melanggar aturan penguncian.

"Tidak ada yang memperingatkan saya bahwa itu melanggar aturan," terangnya.

"Jika ada, Saya akan mengingatnya,” lanjutnya,

Namun alibi ini dibantah Mantan ajudan Dominic Cummings yang mengatakan dia memperingatkan Johnson pada saat itu. Dia juga menuduh Johnson menyesatkan anggota parlemen tentang hal itu.

Pada Jumat (14/1), Downing Street meminta maaf kepada Istana Buckingham atas dua pesta staf - yang tidak dihadiri oleh Johnson - pada 16 April 2021.

Dalam blognya, Dominic Cummings, yang masih bekerja di Downing Street pada saat pesta minuman pada 20 Mei 2020, mengklaim PM telah mengabaikan peringatannya.

Baca juga: Dituntut Mundur, PM Inggris Akhirnya Minta Maaf Usai Hadiri Pesta saat Lockdown

Cummings mengatakan gagasan bahwa seorang ajudan senior yakni Sekretaris Pribadi Utama PM, Martin Reynolds tidak akan memperingatkan Johnson jika acara minum-minum itu melanggar aturan, adalah tidak kredibel.

Dua mantan pejabat Downing Street lainnya mengatakan kepada BBC bahwa mereka ingat Cummings memberi tahu mereka pada hari itu bahwa dia telah menasihati Johnson untuk tidak membiarkan pesta minuman itu diteruskan.

Baca juga: 100 Orang Diundang ke Pesta Minum, PM Inggris Tuai Kemarahan

Namun hal ini terus dibantah Johnson. "Saya dapat memberi tahu Anda dengan pasti bahwa tidak ada yang mengatakan bahwa ini adalah sesuatu yang melanggar aturan, yang melanggar aturan Covid-19,” tegas Johson saat ditanya tentang klaim Cummings.

Ditanya apakah dia akan mengundurkan diri jika dia terbukti telah menyesatkan anggota parlemen, Johnson mengatakan akan melihat hasil laporan nanti.

Sementara itu, pegawai negeri senior Sue Gray yang menyelidiki masalah itu akan menerbitkan laporan tentang dugaan pelanggaran aturan Covid di tempat-tempat kuncian di Downing Street dan departemen pemerintah.

Menurut laporan BBC, tim Gray telah mendekati Cummings sebagai bagian dari penyelidikan mereka. Gray mengatakan Cummings bersedia untuk menjawab pertanyaan apa pun yang mereka miliki.

Enam anggota parlemen secara terbuka mengungkapkan bahwa mereka telah menyerahkan surat tidak percaya pada Johnson. BBC juga mendapat lapora jika Bury South MP Christian Wakeford, juga telah menulis surat kepada Sir Graham Brady, ketua komite 1922.

Wartawan BBC Laura Kuenssberg mengatakan sekitar 20 anggota parlemen Konservatif yang pertama kali terpilih pada 2019 juga telah bertemu untuk membahas pengiriman surat kepada Sir Graham.

Jika 54 anggota parlemen mengirim surat kepada Sir Graham yang menyatakan tidak percaya pada perdana menteri, itu akan memicu pergolakan kepemimpinan.

Seorang anggota parlemen yang mencoba mencopot Johnson sebagai PM mengatakan kepada BBC bahwa mereka yakin suara ambang batas dapat dicapai.

"Saya pikir kami telah melakukannya, sulit untuk mengatakannya,” terangnya.

Seorang anggota parlemen senior mengatakan kepada BBC bahwa mungkin perlu "beberapa jam" sebelum semuanya bergerak.

Tetapi anggota kabinet membantah ada ancaman besar terhadap Johnson. "Ini akan bergelombang, tapi kami akan melewatinya,” ujarnya.

Mereka menjuluki pertemuan anggota parlemen 2019 sebagai "pork pie plot", karena salah satu peserta adalah Alicia Kearns, yang mewakili Rutland dan Melton (rumah kue Melton Mowbray).

Namun, rekan-rekan Kearns mengatakan dia tidak memimpin pemberontakan itu.

Pergolakan ini terjadi ketika Johnson membuat permintaan maaf publik kepada Ratu atas pesta pada malam pemakaman Duke of Edinburgh pada April tahun lalu.

"Saya sangat dan sangat menyesalkan hal itu terjadi,” ungkap Johson yang tampak tertekan ketika ditanyai tentang pesta-pesta tersebut.

"Saya hanya dapat memperbarui permintaan maaf saya kepada Yang Mulia dan negara atas kesalahan penilaian yang telah dibuat, dan untuk itu saya bertanggung jawab penuh,” lanjutnya.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini