Share

5 Negara dengan Tingkat Polusi Terparah di Dunia, Separah Apa?

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Senin 24 Januari 2022 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 23 18 2536507 5-negara-dengan-tingkat-polusi-terparah-di-dunia-separah-apa-D9IBn4zkXP.jpg Foto: Reuters.

JAKARTA - Tingkat polusi suatu negara merupakan salah satu indikator penting yang harus diperhatikan. Data yang dihimpun oleh World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa polusi udara menyebabkan 7 juta kematian dini setiap tahunnya. Sebanyak 91-99% populasi dunia tinggal di tempat yang kualitas udaranya melebihi pedoman yang direkomendasikan WHO.

BACA JUGA: India Tutup Sekolah Selama 1 Minggu karena Polusi Udara

WHO sendiri menargetkan polusi udara ideal yang terdapat pada suatu negara mencapai 0-10 g/m3. IQ Air, yang mengukur tingkat polusi udara di 109 negara di seluruh dunia, menetapkan bahwa negara dengan angka polusi udara yang melebihi 35,5 dianggap tidak sehat untuk kelompok orang yang sensitif. Sedangkan antara 55,5 dan 150,4 dikatakan tidak sehat untuk seluruh orang yang tinggal di negara tersebut. Jika indikator polusi udara lebih tinggi dari itu, maka wilayah tersebut dinilai sangat tidak sehat dan bahkan berbahaya untuk ditinggali.

Melansir berbagai sumber, berikut adalah beberapa negara yang tercatat memiliki tingkat polusi terparah di dunia: 

1. Bangladesh

Bangladesh menempati posisi sebagai negara dengan tingkat polusi paling tinggi di dunia. Meskipun telah mengalami penurunan dibanding tingkat polusi pada tahun 2018 dan 2019, negara ini masih berada di urutan pertama dalam kategori ini. Tingkat polusi negara ini mencapai 77,10, dengan polutan lingkungan utama berupa polusi udara dan air. Kota Dhaka adalah salah satu kota paling tercemar di dunia.

Salah satu industri yang menyumbang tingkat polusi terbesar di negara ini adalah industri batu bata, yang mempekerjakan sekitar satu juta orang warga dan menghasilkan hingga 23 miliar batu bata setiap tahunnya. Asap dan debu yang dikeluarkan dari usaha pembuatan batu bata inilah yang memperburuk tingkat polusi udara negara ini. (dka)

2. Pakistan

Dengan rata-rata tingkat polusi mencapai 59,00, Pakistan merupakan negara paling tercemar kedua di dunia. Tingkat polusi di Punjab, salah satu kotanya, konsisten menunjukkan status tidak sehat pada tahun 2019. Banyaknya kendaraan yang memadati jalan-jalan di Pakistan merupakan salah satu penyumbang polusi terbesar di negara tersebut. Di samping itu, kehadiran pabrik batu bata, baja, serta tempat pembakaran sampah juga memperkeruh tingkat polusi di negara ini.

3. India

Negara tetangga Pakistan, yaitu India, menduduki peringkat selanjutnya. Dengan tingkat polusi mencapai rata-rata 51,90, sumber utama polusi di India adalah asap kendaraan, pembakaran batu bara dan kayu, badai debu, dan kebakaran hutan.

Dari 30 kota di dunia yang dinobatkan sebagai kota paling tercemar di dunia, sebanyak 21 kota di antaranya berada di India. Yang paling tercemar adalah Kanpur, yang setiap bulannya menerima sekira 600 pasien baru lantaran masalah pernapasan. New Delhi, ibu kota India, terkenal memiliki kualitas udara sangat buruk yang mampu mengubah dinding marmer putih Taj Mahal menjadi kuning.

4. Mongolia

Peringkat keempat diduduki oleh Mongolia, dengan rata-rata tingkat polusi berada di angka 46,60. Asap yang berasal dari berbagai macam sektor industri merupakan masalah utama pencemaran udara di negara ini. Pembakaran batu bara, kayu, sampah, hingga sisa tanaman adalah beberapa sebab tingginya tingkat polusi Mongolia.

Dalam sepuluh tahun terakhir, pasien pengidap infeksi saluran pernapasan di Mongolia telah meningkat hingga 270%. Anak-anak yang tinggal di ibu kota memiliki paru-paru yang 40% lebih lemah dibanding anak lain. Banyak juga bayi yang didiagnosis menderita gangguan pernapasan seperti pneumonia.

5. Afghanistan

Afghanistan menduduki peringkat kelima dalam kategori ini, dengan rata-rata polusi udara mencapai 46,50. Pada 2017, penelitian yang dilakukan di negara ini menyebutkan bahwa polusi udara yang ada di negara ini lebih berbahaya dibandingkan perang yang terjadi.

Di tahun yang sama, 26.000 orang meninggal dunia akibat penyakit yang diakibatkan oleh polusi yang terjadi. Dibandingkan dengan 3.483 orang yang gugur akibat konflik yang terjadi, tentu jelas alasannya mengapa tingkat polusi di negara ini sangat mengkhawatirkan. Akibat curah hujan yang rendah, 80% air minum di Afghanistan tercemar. Hal ini membuat masyarakat negara ini lebih rentan terkena keracunan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini