Jadi, lanjut Kiai Bukhori, ketika menjelek-jelekkan belum selesai, orang itu terjatuh, lalu sakit dan kemudian meninggal dunia. Hal ini membuatnya khawatir jika kemudian kejadian itu terjadi terus menerus.
“Pokoknya Anda harus lapangkan dadanya,” kata alumnus Pesantren Sarang, Rembang, meyakinkan.
Tapi apa jawab Gus Dur?
“Oh, ada lagi, Mas Bukhori,” sahutnya.
“Lho, malah cerita. Orang saya nasihati malah (balik) cerita,” ungkap penggubah lagu Tahun 2000, Perdamaian, dan Lingkungan Hidup itu, sambil terkekeh atas kelakuan sahabatnya.
Kiai Bukhori pun kini gantian mendengarkan kisahnya.
“Di Purwokerto, ada kiai pidato menjelek-jelekkan saya,” kata Gus Dur. "Orang-orang pun tertawa".
Menurut kiai yang berpidato, orang-orang pada tertawa karena pidatonya. Padahal karena sarung kiai itu lepas di atas panggung, dan terlihat celananya yang panjang sampai lutut.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.