Share

Ancaman Invasi Rusia, AS Perintahkan Keluarga Staf Kedutaannya Tinggalkan Ukraina

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 24 Januari 2022 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 18 2536735 ancaman-invasi-rusia-as-perintahkan-keluarga-staf-kedutaannya-tinggalkan-ukraina-wWdoItCZ1c.jpg Kedutaan Amerika Serikat di Kiev, Ukraina. (Foto: Reuters)

WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) pada Minggu (23/1/2022) memerintahkan anggota keluarga staf di Kedutaan Besarnya di Ukraina untuk meninggalkan negara itu karena ancaman terjadinya aksi militer Rusia di Ukraina.

Departemen Luar Negeri AS juga mengizinkan kepergian sukarela pegawai pemerintah AS dan mengatakan warga AS harus mempertimbangkan untuk segera pergi dari Ukraina.

BACA JUGA: Di Ambang Konflik dengan Ukraina, Rusia Kerahkan Pasukan Baru ke Krimea

"Kami telah berkonsultasi dengan pemerintah Ukraina tentang langkah ini dan berkoordinasi dengan kedutaan Sekutu dan mitra di Kiev saat mereka menentukan sikap mereka," demikian disampaikan Kedubes AS di Kiev sebagaimana dilansir Reuters.

Rusia telah mengumpulkan pasukan di dekat perbatasan dengan Ukraina yang memicu ketegangan dengan kekuatan Barat. Moskow bersikeras tidak memiliki rencana untuk menyerang.

BACA JUGA: AS Peringatkan Manuver Militer Rusia Dekat Perbatasan Ukraina

Dalam sebuah pernyataan Kedutaan Besar AS di Kiev memperingatkan bahwa "tindakan militer oleh Rusia dapat terjadi kapan saja dan pemerintah AS tidak akan berada dalam posisi untuk mengevakuasi warga Amerika dalam keadaan darurat seperti itu, sehingga warga AS yang saat ini berada di Ukraina harus membuat rencana dengan tepat (untuk pergi)."

Departemen Luar Negeri juga mengatakan pihaknya mengesahkan "keberangkatan sukarela dari karyawan yang direkrut langsung oleh AS".

Pada Minggu malam Departemen Luar Negeri juga mengumumkan kembali sarannya untuk perjalanan ke Rusia, meminta warga AS tidak bepergian ke negara itu dengan alasan "ketegangan yang sedang berlangsung di sepanjang perbatasan dengan Ukraina". Departemen itu juga menambahkan "mengingat volatilitas situasi yang sedang berlangsung, warga AS sangat disarankan untuk tidak melakukan perjalanan darat dari Rusia ke Ukraina melalui wilayah ini."

Pejabat Departemen Luar Negeri menolak untuk mengatakan berapa banyak warga AS yang saat ini diyakini berada di Ukraina.

Kedutaan Besar AS di Ukraina mengatakan keputusan itu dibuat "dengan sangat berhati-hati karena upaya Rusia yang berkelanjutan untuk mengacaukan negara dan merusak keamanan warga Ukraina dan orang lain yang mengunjungi atau tinggal di Ukraina."

Kedutaan Besar AS di Kyiv terus beroperasi dan Kuasa Usaha Kristina Kvien tetap berada di Ukraina, kata pejabat Departemen Luar Negeri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini