Share

Tentara Memberontak, Baku Tembak Pecah di Kamp-Kamp Militer Burkina Faso

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 24 Januari 2022 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 24 18 2536807 tentara-memberontak-baku-tembak-pecah-di-kamp-kamp-militer-burkina-faso-izm0eEKEcl.jpg Tentara melepaskan tembakan ke udara di Ougadougou, Burkina Faso, 23 Januari 2022. (Foto: Reuters)

OUAGADOUGOU – Baku tembak pecah di sejumlah kamp militer di Burkina Faso pada Minggu (23/1/2022) malam setelah tentara yang memberontak menguasai pangkalan militer di Ibu Kota Ouagadougou. Pemerintah Burkina Faso meminta warga untuk tetap tenang dan membantah spekulasi di media sosial bahwa Presiden Roch Kabore telah ditahan dan terjadi pengambilalihan kekuasaan.

BACA JUGA: Serangan Militan di Burkina Faso Tewaskan Lebih dari 160 Warga Sipil

"Kepala negara belum ditahan, tidak ada lembaga negara yang diancam," kata Menteri Pertahanan Jenderal Bathelemy Simpore dalam pidato di televisi sebagaimana dilansir Reuters.

Pemberontakan pecah di Kamp Sangoule Lamizana, di Ougadougou pada Minggu (23/1/2021) sekira pukul 05.00 waktu setempat. Kamp militer tersebut menampung staf umum militer dan penjara bagi para tahanan termasuk tentara yang terlibat dalam upaya kudeta yang gagal pada 2015.

Suara tembakan juga dilaporkan di sebuah kamp militer di Kaya, sekira 100 km utara Ouagadougou. Pemberontakan juga terjadi di kamp militer lain, Baby Sy, di selatan ibu kota, dan di pangkalan udara dekat bandara, kata sumber militer.

BACA JUGA: Militan Serang Sebuah Desa di Burkina Faso, 132 Warga Sipil Tewas, Rumah dan Pasar Dibakar

Seorang juru bicara pemerintah mengatakan secara bahwa pembicaraan sedang berlangsung dengan tentara yang memberontak. Sementara juru bicara pemberontak mengatakan bahwa mereka menuntut sumber daya dan pelatihan yang “tepat” bagi tentara dalam memerangi militan yang terkait dengan Al Qaeda dan Negara Islam (IS) serta pengunduran diri tentara dan kepala intelijen.

Rasa frustrasi di Burkina Faso, negara penghasil emas Afrika Barat, telah berkembang dalam beberapa bulan terakhir karena keamanan yang memburuk. Kematian 49 polisi militer dalam serangan militan pada November memicu protes keras yang menyerukan Kabore untuk mundur.

Demonstran di jalan-jalan ibu kota Ouagadougou pada Minggu mendesak tentara untuk mengambil tindakan lebih jauh, meneriakkan "Bebaskan negara!"

Pihak berwenang kemudian mengumumkan jam malam mulai pukul 8 malam “sampai pemberitahuan lebih lanjut” dan kementerian pendidikan mengatakan sekolah akan ditutup pada Senin (24/1/2022) dan Selasa (25/1/2022) di seluruh negeri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini