Share

Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad Sudah Sadar dan Bisa Berkomunikasi dengan Keluarga

Susi Susanti, Okezone · Selasa 25 Januari 2022 10:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 18 2537308 mantan-pm-malaysia-mahathir-mohamad-sudah-sadar-dan-bisa-berkomunikasi-dengan-keluarga-QN5rGzRxJY.jpg Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad (Foto: File photo)

KUALA LUMPUR - Mantan Perdana menteri terlama Malaysia Mahathir Mohamad, 96, dikabarkan telah berkomunikasi dengan keluarganya saat berada di rumah sakit.

Menurut putrinya, Datin Paduka Marina Mahathir dalam sebuah pernyataan pada Minggu (23/1) bahwa dia dan keluarga telah berinteraksi dengan sang ayah.

"Atas nama Tun Dr Siti Hasmah Mohd Ali, keluarga mengucapkan terima kasih kepada semua, baik di dalam maupun di luar negeri, yang telah mendoakan... Tun Dr Mahathir cepat sembuh. Kami juga berharap publik mengabaikan rumor yang disebarkan oleh sumber yang tidak terverifikasi," katanya.

Dia menambahkan bahwa Institut Jantung Nasional (IJN) atau keluarga akan mengeluarkan pernyataan dari waktu ke waktu. Tun Dr Siti Hasmah adalah istri Dr Mahathir dan ibu dari Marina.

Diketahui, Mahathir dirawat di IJN pada Sabtu (22/1) untuk ketiga kalinya hanya dalam waktu sebulan.

Baca juga: Mahathir Mohamad Diisukan Meninggal, Ini Kondisinya di Rumah Sakit Spesialis Jantung

Harian Melayu Utusan pada hari Minggu juga mengutip "sumber terdekat" yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa kondisi mantan pemimpin itu tetap stabil dan bahwa dia telah sadar kembali dan dapat berbicara.

Dalam kasus Dr Mahathir, tidak ada rincian penyakitnya yang dipublikasikan, meskipun juru bicara kantornya mengatakan kepada The Straits Times bahwa dia dirawat di rumah sakit di unit perawatan jantung.

Baca juga: Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad Dilarikan ke Rumah Sakit, Kondisinya Stabil

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Dia dilaporkan masuk ke IJN pada 16 Desember untuk "penyelidikan" sebelum menjalani prosedur elektif yang tidak ditentukan awal bulan ini. Sebelum Desember, Dr Mahathir terakhir di IJN pada 2018 dengan infeksi dada.

Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob mengunjungi mantan pemimpin itu pada Sabtu (22/1) malam, memicu desas-desus bahwa mantan pemimpin itu dalam kondisi kritis.

Menteri Komunikasi dan Multimedia Annuar Musa telah mendesak masyarakat untuk tidak berspekulasi tentang kesehatan Dr Mahathir.

"Kami meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan berita tentang kondisi Tun M, kecuali yang berasal dari keluarga atau rumah sakit resmi. Hormati situasi keluarga Tun saat ini," tulisnya di Twitter, Minggu (23/1).

Sejak Sabtu (22/1), media berkumpul di luar IJN dengan harapan mendapat kabar terbaru tentang kondisinya.

Dr Mahathir menjabat sebagai perdana menteri selama hampir 24 tahun sejak 1981, dengan tugas pertamanya dan terlama sebagai pemimpin koalisi Barisan Nasional. Dia pensiun pada tahun 2003, dan kembali menjabat sebagai kepala koalisi Pakatan Harapan setelah memenangkan pemilihan 2018.

Dia memiliki riwayat penyakit jantung dan telah menderita tiga serangan jantung - satu pada tahun 1989 dan dua pada tahun 2006 - dan menjalani bypass empat kali lipat pada tahun 2007.

Dr Mahathir tetap aktif dalam politik, memimpin partai oposisinya sendiri, Parti Pejuang Tanah Air, dan saat ini merupakan Anggota Parlemen tertua yang menjabat, mewakili Langkawi di Kedah.

Sementara itu, dalam perkembangan terpisah, Raja Malaysia, Sultan Abdullah Ahmad Shah, dirawat di IJN pada Sabtu (22/1) untuk pemeriksaan dan perawatan pada lutut dan pergelangan kakinya.

Istana Nasional mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Minggu (23/1) bahwa Raja akan berada di rumah sakit selama beberapa hari setelah pemindaian September 2020 menunjukkan cedera terkait olahraga.

“Pengobatan lanjutan ini tertunda dari tanggal tersebut karena penerapan prosedur operasi standar Covid-19 di rumah sakit umum, termasuk IJN. Pada saat yang sama, Yang Mulia juga setuju untuk menjalani pemeriksaan pernapasan di IJN,” kata Royal Comptroller Fadil Syamsuddin.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini