Share

Polisi Tangkap 8 Pelaku Pembakaran Mobil Dinas Lapas Pekanbaru, 2 Orang Ditembak

Banda Haruddin Tanjung, Okezone · Selasa 25 Januari 2022 16:52 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 25 340 2537618 polisi-tangkap-8-pelaku-pembakaran-mobil-dinas-lapas-pekanbaru-2-orang-ditembak-05xD8NNq6V.jpg Kapolda Riau, Irjen Muhammad Iqbal saat jumpa pers pelaku pembakaran mobil dinas lapas pekanbaru (foto: MNC Portal/Banda)

PEKANBARU - Tim gabungan dari Polda Riau dan Polresta Pekanbaru berhasil menangkap pelaku teror pembakaran mobil dinas Lapas Pekanbaru. Ada delapan pelaku yang ditangkap, dua diantaranya terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan.

Delapan pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda. Dari pelaku yang ditangkap tiga diantaranya merupakan mantan aparat. Ada juga yang berstatus narapidana di Lapas Kelas II Pekanbaru.

"RS merupakan otak pelaku pembakaran mobil dinas Kepala Pelaksana Keamanan Lapas (KPLP), Lapas Kelas II Pekanbaru beberapa waktu lalu itu," kata Kapolda Riau Irjen Muhammad Iqbal saat menggelar jumpa pers di Mapolda Riau, Selasa (25/1/2022).

Baca juga:  Mobil Dinas Kepala Lapas Pekanbaru Dibakar OTK

Dia menjelaskan, bahwa peristiwa pembakaran yang terjadi pada 20 Januari 2022 di rumah korban Lokasinya di Perumahan Cendana, Jalan Bukit Barisan, Pematang Kapau, Kecamatan Tenayan Raya. Saat itu para pelaku memang sengaja menteror Kepala Keamanan Lapas Kelas II Pekanbaru, Efendi Parlindungan Purba. Saat melihat mobil dinas Nomor Polisi BM 1442 TP di parkir di depan rumah, mereka langsung menjalankan aksinya.

Ada yang berperan sebagai eksekutor, ada sebagai yang mengawasi dan juga sebagai joki. Dengan menggunakan sepeda motor para pelaku menyiram mobil dinas itu dengan pertalite dan disulut dengan api, dan mobil jenis Isuzu Panter pun terbakar.

"Pelaku itu yakni BH yang berperan mencari eksekutor. Lalu pria berinisial RI dan YR yang menunjuk lokasi, RS otak pelaku yang juga merupakan narapidana narkoba di Lapas Kelas II Pekanbaru, FS sebagai perantara antara RS dan FF yang menghubungkan RS dan BH. Kemudian pria berinisial TT selaku eksekutor, dan DG sebagai joki atau yang mengumpulkan para pelaku. Dalam kasus ini pelaku RS mengeluarkan dana Rp80 juta yang dibagikan kepada pelaku," ucap mantan Kapolda NTB .

Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 187 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini