Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Satu Korban Luka Bakar Akibat Tabung Gas Bocor di Sukabumi Meninggal Dunia

Dharmawan Hadi , Jurnalis-Rabu, 26 Januari 2022 |22:06 WIB
Satu Korban Luka Bakar Akibat Tabung Gas Bocor di Sukabumi Meninggal Dunia
Ilustrasi. (Foto: Dok Okezone.com)
A
A
A

SUKABUMI - Satu orang korban luka bakar ketika memperbaiki tabung gas yang bocor, meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi, pada Rabu (26/1/2022).

Kasi Trantibum Kecamatan Cikembar, Andi menyebutkan bahwa korban bernama Odang (50) mengembuskan napas terakhirnya setelah mengalami luka bakar pada tubuhnya, akibat sambaran api dari tabung gas yang sedang ia perbaiki.

Sebelum kejadian, tetangganya bernama Mumuh Supriadi (40) meminta tolong untuk memperbaiki tabung gas yang rusak.

"Jadi, Pak Odang itu merupakan tukang dagang. Ia dimintai tolong oleh Pak Mumuh untuk mengganti karet klep tabung gas tiga kilogram yang tidak menyala," ujar Andi.

Sewaktu Odang dan Mumuh memperbaiki tabung gas bersubsidi tersebut dengan membuka regulator selang gas, tanpa disadari ternyata ada salah satu mengeluarkan api dan langsung menyambar tabung gas tersebut.

Baca juga: Anaknya Disulut Korek Api hingga Luka Bakar, Ini Pengakuan Orangtua

"Iya, jaraknya ada sekitar 3 meteran dari tungku api yang masih menyala untuk memasak air. Api itu langsung menyambar tabung gas dan terjadilah kebakaran," ujarnya.

Sememtara itu, Ketua Tim Informasi dan Keluhan RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi, dr Muhammad Yusuf Ginanjar mengatakan, pada Selasa (25/1/2022) malam, tepatnya sekitar pukul 20.30 WIB, dua warga yang merupakan korban kebakaran datang ke IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi.

"Namun, untuk kondisi pasien yang meninggal itu, sudah dalam keadaan luka bakar grade dua dan tiga dengan luas luka bakarnya sekitar 81 persen. Ini hampir di seluruh tubuh mengalami luka bakar. Namun yang paling parah terdapat pada bagian sektiaran wajah," kata dr Muhammad Yusuf.

Yusuf menambahkan bahwa saat kondisi awal datang, kondisi seluruh korban kebakaran itu masih dalam keadaan sadar. Namun, kondisinya berubah pada Rabu (25/1/2022) siang dan mulai menurun.

"Korban yang berinisial tuan O telah meninggal sekitar pukul 14.21 WIB. Sementara, korban yang satunya yang berinisial tuan M, kini masih dilakukan perawatan dan luka bakarnya sekitar 24 persen dengan luka di bagian wajah, tangan dan luka di bagian kaki," ucap dia.

Pihaknya menambahkan, bagi pasien yang harus dan paling diwaspadai pada korban luka bakar ini, pertama apabila ada luka bakar di sekitaran wajah yang perlu diwaspadai karena truma intalansi atau saluran pernapasan bisa membengkak. Menurutnya, apabila terjadi seperti itu akan terjadi sesak nafas pada pasien.

Lalu kewaspadaan yang kedua apabila terjadi luka bakar, maka pertahanan tubuh menjadi menurun, karena kekebalan pada kulitnya terganggu, sehingga akan mudah terjadi inveksi dan ketiga mudah terjadi penguapan untuk cairan. Sebab itu, untuk luka bakar perlu diberikan cairan yang sesuai dengan luka bakar tersebut.

"Jadi korban kemungkinan meninggal dunia karena luka bakarnya seperti itu. Apalagi korban ini banyak mengalami luka bakar di sekitaran wajah, sehingga mengganggu pada saluran pernafasannya," pungkasnya.

(Qur'anul Hidayat)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement