Share

Dituduh Rebutan Jet Tempur F-35 Milik AS, China Tegaskan Tidak Tertarik

Antara, · Jum'at 28 Januari 2022 18:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 18 2539491 dituduh-rebutan-jet-tempur-f-35-milik-as-china-tegaskan-tidak-tertarik-KxmcacOagD.jpg Pesawat tempur F-35 milik AS (Foto: Wonderlust)

BEIJING - Setelah dituduh berebut memungut kepingan jet tempur F-35 milik pasukan militer Amerika Serikat (AS) yang jatuh di perairan Laut China Selatan, otoritas China menegaskan tidak tertarik kepada pesawat tersebut.

"Kami tidak tertarik dengan pesawat mereka," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China (MFA) Zhao Lijian di Beijing, Kamis (27/1).

Menurut dia, bukan pertama kali ini saja AS mengalami kecelakaan di wilayah perairan yang disengketakan banyak negara, termasuk di China.

"Pihak AS belum juga memberikan penjelasan tentang kecelakaan kapal selam nuklirnya belum lama ini, lalu ada lagi pesawatnya yang jatuh di Laut China Selatan," ujarnya dalam pertemuan pers rutin.

Baca juga: Jadi Rebutan, AS Cari Jet Tempur F-35 yang Jatuh di Laut China Selatan Sebelum Ditemukan Beijing

Zhao mendesak AS dapat berpikir lebih positif demi terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan daripada mengerahkan kekuatan.

Diketahui, Jet tempur F-35 milik AS tergelincir saat hendak mendarat di kapal induk USS Carl Vinson dalam patroli rutin di Laut China Selatan pada Senin (24/1).

Baca juga: Jadi Rebutan, Ini Keunggulan Jet Tempur F-35C Milik AS yang Jatuh di Laut China Selatan

Pilot pesawat tempur berhasil diselamatkan oleh helikopter, setelah kursi pilot terlontar. Tujuh orang lain yang mengalami luka akibat insiden itu juga berkondisi stabil.

Berdasarkan citra satelit yang diterima oleh China, peristiwa tersebut terjadi di 100 mil laut dari Pulau Luzon, Filipina.

Pesawat itu memiliki sejumlah teknologi rahasia sehingga AS tidak ingin pesawatnya jatuh ke tangan China.

Namun beberapa pengamat menduga kepingan pesawat nahas tersebut telah disentuh China terlebih dahulu sebelum berhasil ditemukan AS sebagai pemiliknya.

Angkatan Laut AS berupaya mengamankan kepingan pesawat militer yang seharga USS100 juta (Rp1,4 triliun) itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini