Share

Gugur Ditembak KKB, Ayah : Pratu TH Barasa Berencana Menikah Usai Penugasan

Azhari Sultan, Okezone · Jum'at 28 Januari 2022 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 28 340 2539298 gugur-ditembak-kkb-ayah-pratu-th-barasa-berencana-menikah-usai-penugasan-vJ018oEDOw.jpg Orangtua Pratu TH Barasa mengatakan anaknya berencana menikah usai penugasan di Papua. (Foto : MNC Portal/Azhari Sultan)

JAMBI - Ayah dari Pratu Tuppal Halomoan Barasa (23), yakni Tindas Barasa (56) mengaku perasaannya hancur usai mengetahui putranya gugur saat kontak senjata Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua dengan Satgas Kodim YR 408/Sbh di Distrik Gome, Kabupaten Puncak, pada Kamis (27/1/2022).

"Perasaan hancur kehilangan putra seperti ini. Walaupun kami tahu tugas prajurit mengabdi kepada bangsa dan negara. Kami memahami, tapi secara pribadi hati kami hancur berkeping-keping. Tidak bisa dilukiskan," ujarnya saat ditemui di rumah duka, Jalan TP Sriwijaya, Lorong Kejaon, No 10, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi, Jambi, Jumat (28/1/2022).

Menurutnya, semua orangtua dari prajurit TNI yang gugur di Papua tentu sangat terpukul. Terlebih Pratu Tuppal rencananya akan menikah usai penugasan di Papua.

"Anak kami belum berkeluarga. Rencana akan nikah usai penugasan," ucapnya.

"Dia ditugaskan selama 9 bulan. Di Papua ini, baru berjalan 5 bulan, 4 bulan lagi selesai. Rencananya, anak kami dengan calon istrinya habis penugasan ini mau menikah," kata Tindas.

Sementara ibunya Dengsi Siagian (55) masih sedih sejak mendapatkan kabar tersebut. "Kondisi ibu (mamak Pratu TH Barasa) sejak dapat kabar tersebut nagis terus. Hingga sekarang masih syok," ujar Tindas.

Dia berharap, pimpinan tertinggi TNI atau komando atas bisa menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Papua.

"Saya berharap, para OPM bisa sadar dan dapat kembali ke NKRI sehingga tidak ada terjadi korban jiwa lagi, Tuppal-Tuppal lain lagi terutama dari TNI," harapnya.

Sementara itu, Ketua RT 19, Ubaidillah, mengaku prihatin atas wafatnya Pratu Tuppal Halomoan Barasa yang merupakan warganya.

"Orangnya baik, perhatian, kalau pulang dinas selalu bergaul dengan warga," katanya.

Sebagaimana diketahui, 3 prajurit TNI dari Satgas Kodim YR 408/Sbh gugur dalam baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kamis (27/1) di Distrik Gome, Puncak, Papua. Satu prajurit dinyatakan kritis.

"Tiga prajurit atas nama Serda M. Rizal Maulana Arifin, Pratu Tupel Alomoan Baraza, dan Pratu Rahman Tomilawa, meninggal dunia. Sedangkan satu prajurit lagi mengalami luka tembak atas nama Pratu Syaiful,” ucap Kadispenad Brigjen TNI Tatang Subarna.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini