JAKARTA - Tan Kim Liong, merupakan kader Nahdlatul Ulama (NU) peranakan Tionghoa. Dia juga merupakan seorang mualaf, yang ketika menjadi muslim namanya berganti menjadi Muhammad Hasan.
Dikutip dari nu.or.id, Tan masuk Islam di bawah bimbingan Rais ‘Aam PBNU KH. Wahab Hasbullah. Ia lantas menunaikan ibadah haji dan berganti nama menjadi Mohammad Hasan sebagaimana saran dari pembimbingnya, Kiai Wahab.
Saat Tan menunaikan ibadah haji, ada kisah menarik yang dilakukannya untuk jamaah. Diceritakan oleh KH Saifuddin Zuhri dalam autobiografinya, Berangkat dari Pesantren (LKiS: 2013), ibadah haji yang dijalani oleh Tan bertepatan dengan cuaca Makkah yang begitu terik. Suhunya mencapai 45 derajat Celcius. Banyak calon haji yang mengeluh kepanasan (hal 606).
"Mengapa saudara-saudara mengeluh padahal seharusnya sejak dari Tanah Air saudara-saudara sudah mempelajari situasi Arab Saudi dan siap mental untuk mengalami udara panas," sergah Tan.
Dengan kecerdasan yang dimiliki, Tan akhirnya meminta para pembantu syekh haji untuk membeli 10 balok es batu dan 4 buah kipas angin yang menggunakan batere. Balok es ditaruh di tengah tenda dan dikelilingi oleh kipas angin yang menyala.
Baca Juga: Presiden Jokowi Bingung Pilih Sarung untuk Hadiri Pengukuhan PBNU