Uap es pun memenuhi seluruh tenda dan mampu meredam hawa panas dan terik di luar. Atas tindakannya itu, semua jamaah mengucapkan terima kasih atas ide briliannya tersebut.
Benny G. Sutiono dalam bukunya Tionghoa dalam Pusaran Politik: Mengungkap Fakta Sejarah Orang Tionghoa di Indonesia (TransMedia: 2008) menyebut Tan Kim Liong lahir di Tanah Grogot, Kalimantan Timur pada tahun 1925. Setelah menamatkan SMA, ia lantas merantau di Jakarta (hal. 768).
Di Jakarta, Tan melanjutkan pendidikannya di Akademi Wartawan dan Universitas 17 Agustus 1945. Lalu, ia menjadi wartawan foto di surat kabar Suluh Indonesia.
Kemudian, ia mengundurkan diri dan memilih untuk menjadi seorang pengusaha swasta. Ia menekuni usaha eksportir kayu jati dan berhasil mencapai kesuksesan.
Tan terbilang aktif dalam kegiatan-kegiatan NU. Bahkan, ketika NU memutuskan keluar dari Masyumi dan menjadi partai tersendiri pada 1952, ia turut terlibat.