Pesawat mata-mata NATO sedang memantau penambahan pasukan Rusia di Belarus untuk mencari tanda-tanda peringatan dini invasi ke negara tetangga Ukraina.
Sebuah pesawat pengintai Rivet Joint RC-135 angkatan udara Amerika memindai perbatasan Belarus pada hari Selasa sebelum menukik menuju Krimea.
Pesawat tempur itu terbang pada ketinggian lebih dari 31.000 kaki dengan kecepatan 314 knot untuk menghindari jangkauan rudal darat-ke-udara dari pihak Belarusia.
Kedua daerah itu diyakini sebagai titik awal serangan Rusia ke Ukraina jika Kremlin memerintahkan invasi.
Pesawat mata-mata British Rivet Joint juga diyakini terlibat dalam pemindaian Belarus dan Krimea untuk kemungkinan tanda-tanda invasi.
Pesawat perang senilai 200 juta poundsterling (Rp2,8 triliun) itu diisi dengan peralatan berteknologi tinggi yang mampu melakukan komunikasi di darat.
Itu juga dapat mendeteksi tanda-tanda sistem rudal sedang bersiap untuk serangan dan melakukan geolokasi ketika mereka berada dengan melacak sistem panduan mereka.
(Susi Susanti)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.