Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

PBNU Akan Gelar Harlah Ke-96 di Kampung Nelayan NTT

Widya Michella , Jurnalis-Jum'at, 04 Februari 2022 |17:27 WIB
PBNU Akan Gelar Harlah Ke-96 di Kampung Nelayan NTT
PBNU (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar peringatan hari lahir (harlah) ke-96 untuk pertama kalinya di Kampung Nelayan Nusa Tenggara Timur (NTT). Kegiatan itu akan berlangsung pada 5-6 Februari 2022 mendatang.

Kampung Nelayan tepatnya berada di Kecamatan Komodo, wilayah paling ujung Kabupaten Manggarai Barat. "Ini menjadi catatan sejarah, setelah pengukuhan kemarin di Balikpapan, lalu acara harlah digelar di NTT, kemudian ada rangkaian di Sumatera Selatan, dan akan ditutup di Bangkalan," kata Ketua Panitia Harlah NU di NTT, Nasyirul Falah Amru, dalam keterangan resminya, Jumat (4/2/2022).

Baca Juga:  PBNU Sudah Komunikasi dengan Ainun Najib, Bagaimana Hasilnya?

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua PBNU ini menjelaskan, selain terkenal dengan keberagamannya, NTT merupakan wilayah kepulauan yang potensi kelautan dan perikanannya bisa dioptimalkan. Hal ini sejalan dengan rencana PBNU dalam mengembangkan program Kampung Nelayan Binaan NU sebagai hasil kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Artinya, PBNU ingin turun secara langsung memberikan semangat dan spirit, dan memberikan aksi, tidak hanya berhenti di kata-kata. Karena itu, saat pengukuhan pengurus PBNU kemarin kita adakan MoU dengan KKP dan KLHK, langsung di hadapan Pak Presiden Jokowi," ucap dia.

Nasyirul mengatakan, NTT sebagai wilayah kepulauan sangat strategis untuk memperkuat program kemaritiman. Terlebih, karena masyarakat nelayan masih termarginalkan.

"Maka dalam rangkaian acara harlah, kita besok akan meninjau kampung nelayan binaan NU desa Warloka, yang kondisinya masih sangat terbatas, kehidupan masih perlu uluran tangan. Kondisi sekolahnya, masjidnya, masih butuh perhatian. Bahkan, di pasarnya, transaksi di kampung nelayan ini masih menggunakan barter, ikan dibarter dengan kebutuhan pokok," ujar Gus Falah biasa sapaannya.

Baca Juga: Kisah Jusuf Hamka, Ketua PBNU Pertama Tionghoa yang Ingin Bangun 1.000 Masjid

Sementara itu, Ketua PBNU Umarsyah menyampaikan, pada program Kampung Nelayan Binaan NU ini pihaknya ingin fokus pada pembukakan akses permodalan dan pemasaran bagi para nelayan agar bisa mengembangkan usahanya.

"Sekarang ini umumnya yang terjadi bahwa produksi untuk melaut sangat tinggi. Sementara mereka ada keterbatasan dan lemah dalam akses terhadap sumber-sumber pembiayaan usaha yang murah, juga kemiskinan dari sisi sarana dan prasarana," tuturnya.

Nantinya pada rangkaian acara harlah, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dan Sekjen PBNU Saifullah Yusuf dipastikan hadir langsung. Sementara itu, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono juga akan hadir langsung termasuk dalam rangkaian acara di Kampung Nelayan Warloka. Tema Harlah NU di NTT adalah "Merawat Jagat Kemaritiman, Membangun Peradaban Nelayan".

Sebagai informasi, selain mengikuti kalender Masehi (31 Januari), warga NU juga biasa memperingati harlah NU berdasarkan kalender Hijriah (16 Rajab) yang pada tahun ini jatuh pada 18 Februari. Harlah NU versi Hijriah memasuki usia yang ke-99.

Sebelumnya, pada 31 Januari lalu harlah NU ditandai dengan pengukuhan PBNU di Provinsi Kalimantan Timur tepatnya di The Dome, Balikpapan Sport and Convention Center, Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur. Acara pelantikan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, serta seluruh jajaran PBNU.

Beberapa agenda juga digelar di Kalimantan Timur di antaranya pencanangan gedung PBNU di ibu kota negara (IKN) baru oleh Ketua Umum dan Pameran Turats di arena Pengukuhan PBNU 2022-2027.

(Arief Setyadi )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement