Share

Larangan Berhijab Picu Protes, Negara Bagian India Perintahkan Sekolah Ditutup

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 09 Februari 2022 11:38 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 09 18 2544527 larangan-berhijab-picu-protes-negara-bagian-india-perintahkan-sekolah-ditutup-CuKFzd3l70.JPG Siswi Muslim memegang plakat selama protes di menentang larangan hijab di beberapa sekolah di Negara Bagian Karnataka, New Delhi, 8 Februari 2022. (Foto: Reuters)

NEW DELHI - Negara Bagian Karnataka di selatan India pada Selasa (8/2/2022) telah memerintahkan sekolah dan perguruan tinggi ditutup selama tiga hari setelah pecah protes sebagai tanggapan terhadap beberapa sekolah yang menolak masuknya siswa yang mengenakan jilbab.

Media lokal pekan lalu melaporkan bahwa beberapa sekolah di kota pesisir Udupi telah menolak masuknya gadis-gadis Muslim yang mengenakan jilbab dengan alasan perintah kementerian pendidikan, yang memicu protes dari orang tua dan siswa.

BACA JUGA: Hijab Dilarang di Sekolah India, MUI: Ini Jelas Mencerminkan Islamophobia 

Ketegangan semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir di Udupi dan di tempat lain di Karnataka yang mayoritas Hindu ketika siswa dengan selendang safron, biasanya dipakai oleh umat Hindu, memadati ruang kelas untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap larangan jilbab sekolah mereka.

"Saya mengimbau semua siswa, guru dan manajemen sekolah dan perguruan tinggi serta masyarakat Karnataka untuk menjaga perdamaian dan harmoni," kata Kepala Menteri Karnataka Basavaraj Bommai pada Selasa, sebagaimana dilansir Reuters.

BACA JUGA: 6 Siswi Muslim India Berjuang untuk Diizinkan Memakai Hijab di Sekolah, Ini Kisahnya

Pemerintah Karnataka, di mana 12% dari populasi adalah Muslim dan yang diperintah oleh Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP) Perdana Menteri Narendra Modi, mengatakan dalam sebuah perintah pada 5 Februari bahwa semua sekolah harus mengikuti aturan berpakaian yang ditetapkan oleh manajemen.

Menteri Pendidikan Karnataka SM Nagesh, yang mencuitkan perintah tersebut melalui Twitter, mengatakan aturan berpakaian sekolah telah ditetapkan setelah meninjau keputusan pengadilan dari seluruh negeri untuk melarang jilbab di lembaga pendidikan.

Partai oposisi dan kritikus menuduh pemerintah BJP di tingkat federal dan negara bagian mendiskriminasi minoritas agama dan berisiko memicu kekerasan. Namun, Modi telah membela pencapaiannya dan mengatakan kebijakan ekonomi dan sosialnya menguntungkan semua orang India.

Sebuah kasus yang diajukan oleh salah satu siswa, yang mengatakan dalam petisinya bahwa mengenakan jilbab adalah hak dasar beragama yang dijamin oleh konstitusi, disidangkan di Pengadilan Tinggi Karnataka di Ibu Kota Negara Bagian Bengaluru pada Selasa.

Meskipun tidak ada perintah akhir yang disahkan, hakim meminta perdamaian dan ketenangan, dan akan melanjutkan mendengarkan petisi pada Rabu, demikian disampaikan salah satu pengacara pemohon kepada Reuters.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini