Share

Kisah di Balik Konflik Rusia-Ukraina

Tim Litbang MPI, MNC Portal · Selasa 15 Februari 2022 05:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 14 18 2547216 kisah-di-balik-konflik-rusia-ukraina-L5lKwO5KAu.jpg Kendaraan militer di jalanan lantaran konflik Rusia-Ukraina kian meruncing (Foto : Reuters)

KETEGANGAN antara Rusia dan Ukraina seolah tidak ada ujungnya. Dilansir dari Vox, saat ini Rusia sedang melakukan upaya untuk menginvasi Ukraina dengan mengerahkan 130.000 tentaranya di sepanjang perbatasan Ukraina.

Tidak hanya Rusia, di pihak Ukraina sendiri, NATO (North Atlantic Treaty Organization) pun memperkuat aliansi pertahanannya sewaktu-waktu bila Rusia melancarkan serangan.

Awal dari permasalahan ini tentu saja tidak bisa luput dari Presiden Ukraina pada masa itu, Viktor Yanukovych. Draf Undang-Undang untuk memulai integrasi ekonomi dan politik serta bergabung dengan Uni Eropa ditunda karena Yanukovych lebih mementingkan relasinya dengan Rusia.

Masyarakat Ukraina menganggap pemerintah membiarkan supremasi Rusia dan mulai melakukan unjuk rasa besar-besaran.

Setelah Yanukovych berhasil digulingkan, Vladimir Putin yang saat itu sudah menjabat sebagai Presiden Rusia, menggunakan kekuasaannya untuk menganeksasi Crimea dan mendukung separatisme Donetsk dan Luhansk untuk bergabung menjadi bagian dari Rusia.

Karena hal itulah, Ukraina menghentikan seluruh kerja sama militer dan memutus “relasi” dengan Rusia. Padahal dulunya, Rusia dan Ukraina merupakan bagian dari Uni Soviet.

Baca Juga: Wujudkan Indonesia Sehat 2025, Lifebuoy dan Halodoc Berkolaborasi Berikan Akses Layanan Kesehatan Gratis

Selain itu, NATO juga memiliki keterlibatan dalam konflik Rusia dan Ukraina. NATO sejak awal memang dibentuk untuk melindungi para anggotanya dari eskpansi Rusia. 

Meskipun belum menjadi bagian dari NATO, tapi Ukraina dijadikan sebagai negara mitra. NATO mengerahkan aliansi tempur di sekitar wilayah Eropa Timur dan Baltik untuk mencegah masuknya pesawat Rusia masuk ke dalam areal tersebut. Keterlibatan NATO tentu membuat Rusia murka.

Bahkan Putin menyatakan akan terjadi pecah perang dengan Rusia bila Ukraina bergabung dengan NATO dan berusaha merebut kembali Crimea. Pernyataan tersebut dia ungkapkan pada konferensi pers bersama Presiden Prancis, Immanuel Macron.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini