"Ini juga terlihat dari kondisi luka sebagaimana yang dijelaskan oleh pihak puskesmas di Desa Katulistiwa saat lakukan visum dan mengangkat proyektil yang tersisa dan hinggap dibagian tubuh korban," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, massa menolak tambang dengan menggelar aksi memblokade jalan Trans Sulawesi selama 12 jam. Polisi lalu dikerahkan untuk membuka jalan dan karena mengganggu arus lalu lintas sekaligus jalur perlintasan sentral penghubung antarprovinsi. Yang mana aksi unjuk rasa ini sudah dilaksanakan tiga kali.
Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Pol Rudi Sufaryadi pun juga sudah meminta maaf. Dia berjanji akan menginvestigasi kejadian warga tewas tertembak