JAKARTA – Sidang kasus dugaan tindak pidana terorisme dengan terdakwa Munarman kembali digelar Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (14/2/2022).
(Baca juga: Munarman Emosi ke Napi Terorisme Dituduh Dekat dengan Pentolan JAD)
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan seorang ahli digital forensik berinsial WK untuk memeriksa barang bukti terdakwa Munarman.
Barang bukti pemeriksaan pertama meliputi satu unit ponsel genggam, barang bukti pemeriksaan kedua beberapa unit ponsel genggam, flash disk, dan memory card. Sementara, pada pemeriksaan ketiga adalah sejumlah ponsel genggam dan satu DVD.
"Saya di sini dipanggil sebagai ahli digital forensik berdasarkan permohonan pada tanggal 2 Juni 2021 dan tanggal 14 Juli berdasarkan surat permohonan dari Kepala Densus 88 tentang pemeriksaan barang bukti sejumlah tiga kali dengan case yang berbeda," kata WK di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (14/2/2022).
(Baca juga: Mengejutkan! Saksi Sebut Munarman Figur Tegaknya Daulah Islamiah di Indonesia)
Dalam pemeriksaan pertama, yakni pada satu unit ponsel genggam Esia Huawei J2930, lanjut dia, tidak ditemukan keterkaitan dengan dugaan tindak pidana terorisme. Hal itu disampaikannya menjawab pertanyaan JPU.
"Bagaimana teknis dan hasil pemeriksaan tersebut?" tanya JPU.
"Untuk hasil analisis terhadap handphone Esia dengan model Huawei ini tidak ditemukan keterkaitan dengan yang diminta pemohon. Pemohon disini maksudnya penyidik Densus 88," ucapnya.
WK melanjutkan, pada pemeriksaan kedua, ponsel jenis Nokia model TA1033, ditemukan percakapan WhatsApp atas nama Gus Lutfi Rohman. Dia mengatakan, akun tersebut melakukan percakapan dengan akun bernama Uwais Al Samarkandi tertanggal 21 Oktober 2019 sampai 2 Juni 2020.
"Di dalam isi komunikasinya di antaranya terdapat kata-kata "siap" yang dikirimkan pada tanggal 10 Januari 2020," jawabnya.
Dalam persidangan, WK membacakan percakapan tersebut yang berbunyi.
"Siap. Terjemahannya. Baiat ada. Tidak usah terjemahkan. Siap. Setelah baca baiat dilanjut dalam bahasa Indonesia, baca sumpah dan janji aktivis FPI. Siap. Saya lihat baiat Sekum di Youtube kok ada terjemahannya? Mubah saja. Boleh pakai boleh tidak."
Sementara itu, saat memeriksa semua ponsel dia menemukan komunikasi akun WhasApp atas nama Azmi Aziz Riau tertanggal 2 Februari 2019 sampai dengan 24 Agustus 2019. Dalam percakapan tersebut, turut menyeret nama Munarman yang berkaitan dengan kata baiat.
"Bang Munarman kami, atau ana Imam daerah Habib Rofiq serta Isubandi hari Senin mau ke Kabupaten Bengkalis untuk pelantikan DPC FPI. Izin bang kami minta teks baiat untuk pelantikannya. Boleh Bang? Terima kasih. Udah ganti Imam daerah dari Habib Taufiq ke Habib Rofiq.
Selanjutnya teks baiat untuk pelantikan pengurus udah dibagikan waktu diklat awal bulan Januari lalu Syekh. Silakan diambil dari materi diklat yang lalu. Materinya ada di laptop panitia diklat di Pekanbaru awal Januari lalu. Baik Bang Munarman yang senantiasa dirahmati Allah Ta’ala. Terima kasih."
Berikutnya, temuan komunikasi ketiga adalah percakapan akun Juliawan Baru pada tanggal 23 Januari 2019 sampai 17 April 2019. Adapun kata-kata dalam percakapan tersebut adalah baiat, pelantikan hingga DPC FPI Bengkalis.
Isi percakapan tersebut sebagai berikut.
"Assalamualaikum Sekum, izin boleh dikirimkan ke ana teks pelantikan DPC soalnya besok mau pelantikan DPC FPI Bengkalis Sekum, sukron. Teks pelantikan ada di slide baiat materi asasi juang. Bimbing saja pengurus DPC baiat tersebut. Itulah pelantikan kita. Waktu diklat ada dibagi materinya tersebut. Siap Sekum, terima kasih Sekum. Titip doa dari Makkah untuk perjuangan di Riau Sekum. Farhaba. Untuk memastikan tolong antum kirimkan foto teks baiat yang dibagi waktu Diklat dan untuk dibacakan oleh pengurus yang dilantik. Ane nggak ada nyimpen Sekum soalnya kemarin nggak hadir waktu Diklat."
Pada temuan selanjutnya, WK juga juga membeberkan percakapan akun Habib Muchsin tertanggal 13 Mei 2018 sampai dengan 1 Maret 2021. Adapun kata-kata dalam percakapan tersebut yakni 'Menhan China', Rencana Perang Biologi', hingga 'Wabah Corona'.
Isi percakapan tersebut adalah:
"Menhan China tahun 2003, Rencana Perang Biologi. Saksikan dan simak lalu analisa dengan aneka kejadian wabah corona saat ini. Semoga manfaat. F Angin Gunung S Angin Gunung. Akhir zaman menjelang baiat Imam Mahdi ini. gimana kabarnya? Semoga antum dan keluarga sehat wal afiat semua. Amin."
Temuan percakapan kelima adalah grup WhatsApp dengan nama 'Berlima Baru' tertanggal 6 April 2020 sampai dengan 27 April 2021. Lagi-lagi, ditemukan kata baiat dengan isi percakapan dengan isi:
"Mengirimkan link dengan last URL terpopuler. Innalilahi. ...sudah jelas sudah tinggal dibaiat loyalitasnya. Dan beritakan (?) ini masalah organisasi biar tidak seperti Sulteng."
"Untuk kelima komunikasi dikeluarkan berdasarkan dari keyword yang mengandung kata-kata baiat di dalam komunikasinya," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )