Share

Sebuah Roket China Akan Menghantam Bulan pada Maret 2022

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 16 Februari 2022 15:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 16 18 2548235 sebuah-roket-china-akan-menghantam-bulan-pada-maret-2022-JVbb594ffh.jpg Foto: NASA.

SEBUAH roket yang kehilangan kendali diperkirakan akan menghantam permukaan Bulan pada Maret 2022. Roket yang mulanya diduga berasal dari misi luar angkasa perusahaan ulangalik SpaceX telah diidentifikasi sebagai bagian pendorong misi bulan China, Chang'e 5-TI.

“Saya (salah) mengidentifikasi objek ini… Kami sekarang memiliki bukti bagus bahwa itu sebenarnya 2014-065B, pendorong untuk misi bulan Chang’e 5-T1,” kata Astronom Amerika Serikat Bill Gray melalui posting di blognya pada Sabtu (12/2/2022).

Gray semula mengidentifikasi roket itu sebagai bagian dari misi SpaceX Falcon 9.

Menurut Gray, roket yang diluncurkan dalam misi luar angkasa China pada Oktober 2014 itu diprediksi menghantam bulan pada 4 Maret 2022, demikian diwartakan RT

Gray mengatakan dia memutuskan untuk melihat lagi objek itu setelah menerima email dari insinyur Jet Propulsion Laboratory NASA, Jon Giorgini, yang menunjukkan bahwa kemungkinan besar itu bukan bagian dari Falcon 9.

Menurut Giorgini, lintasan roket SpaceX tidak membawanya ke mana pun yang sangat dekat dengan Bulan, sementara itu juga sangat tidak biasa bagi pendorong untuk berakhir begitu jauh dari pesawat ruang angkasa.

Selama bertahun-tahun, para astronom percaya potongan sampah luar angkasa tersebut merupakan bagian dari pesawat ruang angkasa Falcon 9, yang telah diluncurkan pada Februari 2015 sebagai bagian dari misi SpaceX untuk mengirim Satelit 'Deep Space Climate Observatory' milik Atmosferic Administration dan National Oceanic.

Namun, hingga saat ini belum diketahui dimana roket pendorong Falcon 9 tersebut. Menurut Gray, SpaceX pun tidak mengetahui jawabannya.

“Jadi, jika ini bukan pendorong SpaceX yang Anda kira, di mana pendorong SpaceX?,” Gray bertanya-tanya.

Dia memperingatkan bahwa sampah antariksa harus dilacak lebih teliti di tingkat internasional karena akan lebih banyak pesawat ruang angkasa yang mengorbit tinggi sehingga sampah-sampah ini tidak hanya menganggu “sekelompok kecil astronom”.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini