Share

Tahanan Meninggal Penuh Luka, Sejumlah Polisi Diperiksa Propam

Dede Febriansyah, MNC Portal · Rabu 16 Februari 2022 15:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 16 340 2548258 tahanan-meninggal-penuh-luka-sejumlah-polisi-diperiksa-propam-q570IVEMwi.jpg Ilustrasi (Foto : Staff Photographer)

LUBUK LINGGAU - Pasca meninggalnya, Hermanto (45), seorang tahanan kasus pencurian di Polsek Lubuk Linggau Utara, Kota Lubuk Linggau, sejumlah anggota kepolisian yang bertugas di Polsek tersebut langsung diperiksa Propam.

Kapolsek Lubuklinggau Utara, AKP Sudarno mengatakan, saat ini sejumlah anggota kepolisian sedang dalam proses pemeriksaan oleh Propam Polres Lubuk Linggau.

"Saat ini masih diperiksa di Propam dan dipastikan adanya hukuman bagi anggota yang terbukti melakukan kesalahan," ujar Sudarno, Rabu (16/2/2022).

Dengan diperiksanya sejumlah anggota tersebut di Propam Polres Lubuk Linggau, Sudarno meminta agar pihak keluarga untuk tetap tenang, dan tetap mempercayakan proses hukum kepada pihak kepolisian.

"Kalau pun ada kesalahan sudah ditangani Propam, dan anggota sudah dilakukan pemeriksaan, itu juga sudah kami sampaikan dengan keluarga, mereka juga sudah mau menerima," ungkapnya.

Sudarno juga menyebutkan, pihaknya juga sudah sempat memberikan santunan kepada pihak keluarga korban tahanan yang meninggal berupa beras dan uang tunai kemarin.

"Kemudian untuk ponsel belum kami kembalikan karena waktunya belum tepat, karena ponsel itu diamankan bersamaan dengan Hermanto ditangkap," terang Sudarno.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Berdasarkan informasi, pihak keluarga tak terima kematian Hermanto, dan langsung membawa jenazah ke Rumah Sakit Sobirin Lubuklinggau untuk divisum, Selasa (15/02/2022) sekitar pukul 10.30 WIB.

Dan dari pantauan di kamar mayat RS Sobirin Lubuklinggau, terlihat di sekujur tubuh Hermanto mulai dari tangan, kaki, badan terdapat biru lebam bahkan masih ada luka yang mengeluarkan darah.

Adik Hermanto alias To, Herman Jaya (40), saat ditemui di kamar mayat RS Sobirin mengatakan, kematian kakaknya itu penuh kejanggalan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini