Share

Gedung Putih: AS Tak Akan Perang dengan Rusia, Tidak Kerahkan Pasukan

Susi Susanti, Okezone · Kamis 24 Februari 2022 09:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 24 18 2552235 gedung-putih-as-tak-akan-perang-dengan-rusia-tidak-kerahkan-pasukan-Q91yDN6IK8.jpg Juru bicara Gedung Putih Jen Psaki (Foto: AP)

WASHINGTONGedung Putih mengatakan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tidak memiliki rencana untuk mengerahkan pasukan AS untuk memerangi Rusia di Ukraina.

“Itu bukan keputusan yang akan diambil Presiden. Kami tidak akan berperang dengan Rusia atau menempatkan pasukan militer di lapangan untuk memerangi Rusia,” kata Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki kepada wartawan, Rabu (23/2).

"Saya tidak tahu berapa kali lagi saya bisa mengatakannya. Tidak ada skenario – presiden tidak mengirim pasukan AS untuk berperang di Ukraina melawan Rusia,” lanjutnya ketika berulang kali ditanyai oleh seorang wartawan tentang kemungkinan militer AS akan mendarat di tanah Ukraina jika Rusia bergerak untuk mengklaim "semua" wilayah Kiev.

“Kami telah mengatakan selama berhari-hari bahwa pasukan militer Rusia berada dalam posisi menyerang,” dan “mampu beroperasi kapan saja,” katanya.

Baca juga: Siap Hadapi Invasi Rusia, Presiden Ukraina: Kami Akan Membela Diri

Komentar ini muncul setelah pemerintahan Biden bergerak untuk menjatuhkan sejumlah sanksi pada lusinan perusahaan keuangan, anak perusahaan, dan individu Rusia pada Selasa (22/2), serta memberlakukan pembatasan tambahan pada warga AS yang melakukan bisnis di republik Donetsk dan Lugansk yang baru diakui.

Baca juga: Pentagon: 80% Pasukan Rusia Dikumpulkan di Perbatasan Ukraina, Posisi Siap Serang dengan Jarak 5 - 50 Km

Baca Juga: Aksi Nyata 50 Tahun Hidupkan Inspirasi, Indomie Fasilitasi Perbaikan Sekolah untuk Negeri

Follow Berita Okezone di Google News

Sebelumnya Biden juga telah memerintahkan beberapa ribu tentara ke Eropa di tengah meningkatnya ketegangan, beberapa tentara AS dikerahkan kembali lebih dekat ke perbatasan Rusia pada Selasa (22/2) - dengan jumlah yang tidak ditentukan bergeser ke negara-negara Baltik Latvia, Lithuania dan Estonia.

Selain mengakui republik Donetsk dan Lugansk yang memisahkan diri sebagai negara berdaulat, parlemen Rusia memberi wewenang kepada Presiden Vladimir Putin untuk mengirim tentara ke wilayah tersebut untuk misi penjaga perdamaian, untuk mengakhiri konflik militer selama bertahun-tahun antara pasukan separatis di Donbass dan pemerintah Ukraina.

Sementara Washington pada awalnya menahan diri untuk tidak menyebut langkah itu sebagai "invasi", para pejabat sejak itu mengubah retorikanya. Saat ini AS memperingatkan Moskow untuk tidak terlibat dalam serangan "lebih lanjut" ke Ukraina.

Sebelumnya, juru bicara Gedung Putih mengatakan jika Moskow "melangkah lebih jauh, kami melangkah lebih jauh.” AS siap untuk mengenakan "biaya serius" pada ekonomi Rusia jika Putin mengambil tindakan tambahan ke Ukraina.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini