Share

Perang Ukraina, Pasukan Rusia Berhasil Rebut Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl

Susi Susanti, Okezone · Jum'at 25 Februari 2022 07:32 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 25 18 2552778 pasukan-rusia-berhasil-rebut-pembangkit-listrik-tenaga-nuklir-chernobyl-a3qcVUohu3.jpg Pasukan Rusia menguasai Chernobyl (Foto: Forgotten Chernobyl/Facebook)

UKRAINA - Pasukan militer Rusia telah menguasai pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl. Pasukan Rusia dilaporkan memasuki zona eksklusi pada Kamis (24/2) pagi sebelum menyeberang ke Ukraina.

Pasukan tersebut merupakan bagian dari "operasi militer khusus" Presiden Rusia Vladimir Putin di negara tetangga mereka.

Chernobyl terletak sekitar 130 km (80 mil) di utara ibu kota Kiev dan dapat memberikan jalan masuk ke kota untuk pasukan penyerang.

Penasihat Presiden Ukraina Mykhailo Podoliak mengatakan serangan pada Kamis (24/2) merupakan salah satu ancaman paling serius di Eropa saat ini.

Seperti diketahui, sebuah ledakan di Chernobyl pada 1986 menyebabkan bencana nuklir terburuk dalam sejarah manusia, baik dalam biaya dan korban.

Baca juga: Presiden Ukraina Peringatkan 'Tirai Besi Baru' saat Rusia Menyerang

"Zona eksklusi" Chernobyl - radius 32 km (19 mil) di sekitar pabrik - sebagian besar tetap tanpa kehidupan 36 tahun setelah reaktor yang rusak menyebabkan ledakan besar di pabrik.

Tiga reaktor pembangkit lainnya semuanya ditutup pada 2000 dan sejak itu telah dinonaktifkan.

 Baca juga: Perang Ukraina, Pasukan Rusia Menyerang dari 3 Sisi

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Tingkat radiasi di daerah itu tetap sangat tinggi sejak kebocoran 1986, yang dicatat dalam mini-seri HBO pada 2019 yang membantu menjadikan situs itu sebagai objek wisata.

Presiden Ukraina memperingatkan bencana seperti itu bisa terjadi lagi jika Rusia melanjutkan invasinya.

"Pembela kami memberikan hidup mereka sehingga tragedi 1986 tidak akan terulang," tulis Presiden Volodymyr Zelensky sebelumnya di Twitter.

"Ini adalah deklarasi perang melawan seluruh Eropa,” lanjutnya.

Kementerian Luar Negeri Ukraina juga telah memperingatkan kemungkinan "bencana ekologis lain" di lokasi tersebut.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini