Share

Gempa M6,1 Pasaman Barat, Dinding Kamar Hunian Lapas Kelas III Talu Retak

Antara, · Jum'at 25 Februari 2022 14:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 25 340 2553023 gempa-m6-1-pasaman-barat-dinding-kamar-hunian-lapas-kelas-iii-talu-retak-6jI3zzjYQR.jpg Illustrasi Penjara (foto: Staf Photographer)

PADANG - Gempa bermagnitudo 6,1 yang berpusat di Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) pada Jumat sekitar pukul 08.39 WIB, merusak dinding kamar hunian warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Talu.

"Akibat gempa tadi pagi empat dari delapan kamar hunian mengalami retak di bagian dinding," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumbar R Andika Dwi Prasetya, di Padang, Jumat (25/2/2022).

Ia mengatakan, dengan retaknya dinding tersebut maka pihak Lapas Talu harus memperkuat pengamanan karena dinilai rawan gangguan keamanan.

BACA JUGA:Tolong! Korban Gempa Pasaman Barat Butuh Tenda dan Sembako 

"Kami menambah jumlah petugas serta meminta penguatan dari TNI dan Polri untuk pengamanan, untuk korban jiwa tidak ada," katanya.

Selain meretakkan dinding kamar hunian, gempa juga mengakibatkan pecahnya keramik lantai Lapas yang kini dihuni 129 warga binaan dan pegawai sebanyak 24 orang.

 BACA JUGA:Korban Gempa Pasaman Barat 32 Orang, 4 di Antaranya Meninggal Dunia

Andika mengatakan untuk sementara belum ada rencana pemindahan ratusan tahanan tersebut karena melihat perkembangan situasi.

"Dinding yang retak kami upayakan segera diperbaiki karena tergolong rawan, untuk pemindahan tahanan belum ada rencana karena melihat perkembangan situasi," katanya.

Andika mengatakan pihaknya tengah berupaya menenangkan situasi dan meredakan kecemasan warga binaan akan datangnya gempa susulan.

"Pegawai terus berusaha menenangkan situasi, karena memang (situasi) sempat khawatir dan panik saat gempa terjadi," katanya.

Pada bagian lain, dampak gempa juga telah menyebabkan kerusakan di bagian atap serta plafon, listrik padam Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Pasaman serta merobohkan dinding dapur yang tengah direhabilitasi.

Andika menyatakan bahwa seluruh jajarannya menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) Darurat Bencana dan Bahaya dalam kondisi bencana.

Khusus untuk UPT Pemasyarakatan, seluruh warga binaan baik narapidana atau tahanan dikeluarkan dari blok hunian kemudian dikumpulkan pada satu titik tempat terbuka.

"Sesuai SOP seluruh WBP dikumpulkan di titik kumpul, dan segala kegiatan serta program dihentikan sementara untuk mengantisipasi gempa susulan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini