JAKARTA - Publik menyatakan setuju terhadap pemerintah melakukan kembali perombakan kabinet (reshuffle). Hal itu diketahui berdasarkan hasil survei Indonesia Political Oponion (IPO).
Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah mengatakan, respon publik terhadap wacana reshuffle kabinet masih sangat tinggi. Publik masih mengharapkan Presiden Jokowi mengganti sejumlah menteri yang dianggap kinerjanya mendapat evaluasi dari masyarakat.
"Yang menyatakan masih perlu adanya reshuffle itu 11 persen tapi yang nyatakan perlu 41 persen. Berarti total ada 52 persen menyatakan reshuffle diperlukan mungkin tidak begitu dominan, tapi ada harapan publik bahwa reshuffle masih mungkin dilakukan di sisa jabatan Presiden," kata Dedi dalam diskusi MNC Trijaya Network, Sabtu (26/2/2022).
Baca Juga: Survei IPO: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Jokowi Melonjak Tajam
Dia pun merincikan, sejumlah menteri yang masuk dalam daftar reshuffle versi surveinya diantaranya; Menag Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) menjadi menteri yang dianggap paling layak untuk direshuffle dengan 62 persen. Lalu, Menaker Ida Fauziyah dengan 42 persen dan Menkumham Yasonna Laoly 38 persen.