Bahkan imbas peperangan itu, jalur komunikasi pemerintah Belanda antara Semarang dan Surabaya terputus. De Kock sang jenderal terpaksa menunda rencana keberangkatannya ke Belanda dan menyerahkan kepemimpinan komando tentara ke tangan Van Geen. Hal ini menunjukkan keputusan tepat, mengingat watak Van Geen yang tidak kenal kasihan dengan melakukan taktik bumi hangus dan menghukum tawanan, dengan cara siksaan yang begitu dikenal luas, dipendam sebatas leher agar dimakan rayap dan semut.
Sebelum peperangan pecahnya di Rembang, militer Belanda dan pejabat-pejabat sipilnya sudah mulai memikirkan bagaimana mengakhiri perang. Kondisi keuangan begitu sulit, ekonomi di Jawa tengah bagian selatan macet, tidak berputar, dan pemerintah kolonial terancam bangkrut.
Bahkan raja yang dianggap loyal seperti Sunan Pakubuwana VI tidak dapat diandalkan. Kemungkinan sang Sunan Pakubuwana VI yang angin-anginan itu bersumpah setia kepada Belanda, di sisi lain sang ia bersiap-siap memihak Pangeran Diponegoro bila nanti menang.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.