DUA arca peninggalan Kerajaan Mataram Kuno era Mpu Sindok menjadi temuan penting pada ekskavasi atau penggalian di Situs Srigading Malang. Kedua arca ini teridentifikasi merupakan Arca Nandaiswara dan Mahakala.
Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Wicaksono Dwi Nugroho menuturkan, dua arca tersebut ditemukan dalam waktu berbeda, Arca Nandaiswara ditemukan pada Selasa 22 Februari 2022, dan Arca Mahakala yang ditemukan pada Jumat 25 Februari 2022. Dua temuan arca ini ditemukan di sudut tenggara, sedangkan satu arca ditemukan di sebelah timur dari dinding sisi timur, tidak jauh hanya berjarak 30 sentimeter.
"Dua temuan arca ini sangat menarik yang menandakan kemungkinan ini merupakan arca penjaga candi yang ada di Srigading, yaitu Mahakala dan Nandiswara, yang sebelumnya Nandiswara itu saya duga Agastya karena ditemukan di sisi selatan," ucap Wicaksono.
BACA JUGA:Gempa Bumi Buat Arca dan Candi Peninggalan Mataram Kuno di Malang Patah
Arca Nandaiswara misalnya yang ditemukan tak utuh dengan kondisi tangan kanan patah, sedangkan tangan kiri yang membawa kendi juga patah, dengan kondisi kendinya hilang. Sementara Arca Mahakala ditemukan dengan kondisi patah di wajah, bagian kanan, dan kirinya. Bahkan tangan kanan yang seharusnya membawa gada, pun belum ditemukan tim BPCB Jawa Timur.
"Yang temukan pertama, itu Nandiswara, yang kedua itu Mahakala. Tapi nanti sampai ketemu lagi, dari atributnya karena gadanya hilang ya, harus Mahakala punya gada, tapi itu hilang," tuturnya.
BACA JUGA:Keterkaitan 2 Situs Mataram Kuno yang Diekskavasi BPCB Jatim
Kedua arca yang berada di candi ini disebut merupakan simbol bagian dari agama Hindu siwa yang kerap dijumpai di beberapa bangunan candi. Dimana biasanya dibuat lengkap dengan beberapa arca yang termasuk juga pantheon yaitu tata letak arca.
"Candi ini masuk jenis Hindu Siwaistis, jadi di tengah ada Siwa dan kemudian di sekelilingnya adalah keluarga dari Siwa. Selain itu juga ada konsep arca penjaga candi Nandiswara sama Mahakala. Kalau di bangunan suci konsep penjaga kompleks itu ada Dwarapala, yang diletakkan di pintu gerbang atau pemukiman," ujarnya.