Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Protes Perang, 100 Diplomat dari 40 Negara Walk Out saat Menlu Rusia Pidato di PBB

Susi Susanti , Jurnalis-Rabu, 02 Maret 2022 |17:16 WIB
Protes Perang, 100 Diplomat dari 40 Negara <i>Walk Out</i> saat Menlu Rusia Pidato di PBB
100 diplomat dari 40 negara melakukan aksi 'walk out' saat Menlu Rusia pidato di PBB (Foto: Reuters)
A
A
A

JENEWA - Lebih dari 100 diplomat dari sekitar 40 negara melakukan aksi 'walk out' saat pidato Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jenewa. Aksi ini dilakukan sebagai protes terhadap invasi Rusia ke Ukraina.

Aksi boikot yang dilakukan utusan dari Uni Eropa (UE), Amerika Serikat (AS), Inggris, Jepang, dan lainnya pada Selasa (1/3) itu hanya menyisakan beberapa diplomat di ruangan itu.

Mereka yang memutuskan tetap tinggal di pertemuan Dewan Hak Asasi Manusia HAM) termasuk duta besar Rusia untuk PBB di Jenewa, Gennady Gatilov, yang merupakan mantan wakil Lavrov. Lalu utusan dari Suriah, China, dan Venezuela juga tetap tinggal di ruangan.

Duta Besar Ukraina Yevheniia Filipenko, yang memimpin aksi walk out berterima kasih kepada mereka yang mengambil bagian dalam aksi tersebut.

 Baca juga: Presiden Ukraina Tuntut Jaminan Keamanan dari NATO

“Terima kasih banyak atas dukungan yang luar biasa ini kepada orang-orang Ukraina yang berjuang untuk kemerdekaan mereka,” katanya kepada orang banyak yang berkumpul di sekitar bendera besar Ukraina di luar ruangan.

Baca juga: Imbas Perang, AS Akan Buru Orang Kaya Rusia Rebut Kapal Pesiar hingga Jet Pribadi

Para diplomat yang meninggalkan pidato Lavrov mengatakan Dewan HAM “tidak boleh disalahgunakan sebagai platform untuk disinformasi”.

“Klaim aneh Menteri Luar Negeri Lavrov harus diungkap apa adanya: distorsi sinis dari fakta,” kata duta besar Jerman Katharina Stasch.

Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly menyebut versi Lavrov "salah" dan mereka ingin menunjukkan sikap yang sangat kuat bersama-sama.

Duta Besar Prancis Jerome Bonnafont mengatakan setiap invasi merupakan pelanggaran hak asasi manusia. “Penting bahwa Dewan Hak Asasi Manusia menunjukkan dengan aksi walk out ini bahwa mereka bersatu dengan Ukraina dan dengan rakyat Ukraina,” ujarnya.

Aksi walk out ini terjadi kurang dari satu jam setelah para diplomat mengosongkan ruangan terdekat di markas besar PBB Eropa di Jenewa ketika pidato video Lavrov ditayangkan di Conference on Disarmament, sebuah badan yang dibentuk pada 1979 untuk mencoba membendung perlombaan senjata Perang Dingin.

Lavrov diketahui berbicara kepada Dewan HAM dari jarak jauh, setelah membatalkan kunjungannya karena penutupan wilayah udara Eropa untuk pesawat Rusia.

Dalam pidatonya, Menlu Rusia membenarkan serangan negaranya ke Ukraina karena menuduh pihak Ukraina melakukan pelanggaran HAM terhadap minoritas Rusia.

Dia juga menuduh UE terlibat dalam “kegilaan Russophobic” dengan memasok senjata mematikan ke Ukraina selama kampanye militer Moskow yang dimulai Kamis (24/2) lalu.

Moskow menggambarkan invasi tersebut sebagai "operasi militer khusus" yang bertujuan untuk mengusir "neo-Nazi" yang berkuasa di Ukraina.

(Susi Susanti)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement