Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

3 Ulama dari Negeri Cempa Sebarkan Islam di Pulau Jawa

Alvin Agung Sanjaya , Jurnalis-Kamis, 03 Maret 2022 |09:00 WIB
3 Ulama dari Negeri Cempa Sebarkan Islam di Pulau Jawa
Sunan Ampel (Foto: istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Perjalanan Raden Rahmat alias Sayyid Ali Rahmatullah yang biasa dikenal sebagai Sunan Ampel ke tanah Jawa tidak terlepas dari dukungan Kerajaan Majapahit yang saat itu dikuasai oleh Bhre Kertabhumi (Brawijaya V).

Syiar agama Islam Raden Rahmat mulai ketika mendapat undangan istimewa dari Prabu Brawijaya V. Undangan tersebut berupa tugas untuk membenahi akhlak dan moral para pejabat dan putra putri pembesar di Majapahit.

Ia seperti hendak napak tilas perjalanan dakwah kakeknya Syaikh Jamalluddin Jumadil Kubra yang dikenal sebagai seorang ulama berpaham Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Aswaja). Bukankah membenahi kebobrokan akhlak-moral seperti itu identik dengan berdakwah?.

Baca juga: Ketika Gajah Mada Dihina dan Ditertawakan Pejabat Majapahit

Dikutip dari buku Brawijaya Moksa Detik-Detik Akhir Perjalanan Hidup Prabu Majapahit, Raden Rahmat berangkat ke tanah Jawa tidak sendiri, ia berangkat bersama dengan menumpang kapal laut dari Cempa ke Jawadwipa bersama Ayahnya yaitu Syeikh Ibrahim Al-Ghazi dan kakaknya Sayyid Ali Murtala.

Baca juga: Kecerdikan Gajah Mada Bikin Jayanagara Kembali Bertahta di Majapahit Usai Mengungsi

Meski ketiga ulama tersebut berada dalam satu kapal laut, tetapi sebenarnya misinya berbeda-beda.

Jika Raden Rahmat semata-mata memenuhi undangan bibinya Ratu Dewi Dwarawati dan Prabu Brawijaya V untuk memberikan pendidikan akhlak-moral di Majapahit, tetapi ayahnya Syeikh Ibrahim dan kakaknya Sayyid Ali Murtala hendak syiar dakwah di bumi Nusantara, khususnya di Jawadwipa.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement