Share

Cetak Uang Palsu, Pria Ini Ditangkap di Halaman Masjid RS Islam Muhammadiyah

Tim Okezone, Okezone · Rabu 02 Maret 2022 17:51 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 02 340 2555440 cetak-uang-palsu-pria-ini-ditangkap-di-halaman-masjid-rs-islam-muhammadiyah-kYzLvLfMHN.jpg Ilustrasi (Foto: Antara)

JAKARTA - Polres Pekalongan menangkap M Abdul Ghofur karena mengedarkan uang palsu. Bahkan, uang palsu tersebut ia cetak sendiri mencapai puluhan juta.

Kapolres AKBP Arief Fajar Satria mengatakan, pelaku ditangkap di halaman Masjid RS Islam Muhammadiyah Pekajangan di Jalan Raya Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, pada 27 Februari 2022. Petugas melakukan penggeledahan dan menemukan bungkusan berisi uang palsu di jok motornya.

"Di dalamnya berisi uang yang diduga palsu dengan pecahan 100.000 (seratus ribu), dan 50.000 (lima puluh ribu)," ujarnya, Rabu (2/3/2022).

Baca Juga:  Bareskrim Polri Tangkap 12 Orang Sindikat Pengedar Uang Palsu

Uang palsu yang dibawa Ghofur mencapai Rp37.100.000. Uang itu dicetak sendiri di rumahnya di Desa Bulusari Rt. 005 Rw. 002 Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Ia mencetak uang palsu sejak awal Januari 2022 dengan mencopy uang palsu menggunakan mesin printer.

Ghofur sudah mencekat uang palsu sudah sebanyak + 90.000.000 baik pecahan 100.000 dan 50.000. Biasanya, dia memasarkan uang palsu lewat media sosial Facebook “ UPAL KW SIAP KIRIM, UANG PALSU INDONESIA AMAN Dan UPAL SISTEM COD DISINI AMANAH 100%”.

Penjualannya 1 : 3, sebagai contoh pembelian Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah) dapat uang palsu 3.000.000 (tiga juta). Dia juga memiliki akun dengan nama “NEW BEAT”.

Baca Juga:  Edarkan Uang Palsu, Seorang Wanita Disergap Polisi di Pekalongan

Barang bukri yang diamankan 757 lembar uang kertas rupiah yang diduga palsu pecahan 100.000; 51 lembar uang kertas rupiah yang diduga palsu pecahan Rp50.000; 1 kantong plastik warna hitam; 1 unit sepeda motor Honda Scoopy warna merah dengan nomor polisi terpasang H-2275-OP.

Kemudian, 1 buah handphone; 1 mesin printer; 2 botol tinta printer;½ RIM kertas HVS ukuran A4 warna putih; 1 buah kater; 1 buah penggaris besi; 1 buah staples; uang tunai sebesar Rp358.000.

Pelaku dijerat Pasal 36 Ayat (1) juncto Pasal 26 Ayat (1) atau Pasal 36 Ayat (3) juncto Pasal 26 Ayat (3) Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dengan ancaman Pidana sebagai berikut, Pasal 36 Ayat (1) Juncto Pasal 26 Ayat (1) diancam dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp10 miliar. Sedangkan untuk Pasal 36 Ayat (3) Juncto Pasal 26 Ayat (3) diancam dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp50 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini