Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Miliarder Rusia Tawarkan Hadiah Rp14 Miliar untuk Kepala Putin

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 03 Maret 2022 |15:36 WIB
Miliarder Rusia Tawarkan Hadiah Rp14 Miliar untuk Kepala Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Reuters)
A
A
A

MOSKOW - Seorang pengusaha Rusia telah menawarkan hadiah USD1 juta (setara Rp14,4 miliar) untuk kepala Vladimir Putin dan mendesak perwira militer negara itu untuk membawa orang nomor satu Kremlin itu ke pengadilan. Tawaran itu diumumkan Alex Konanykhin di tengah berlangsungnya serangan militer Rusia ke Ukraina.

BACA JUGA: Perang Rusia-Ukraina Memanas, Putin Dituduh Sembunyikan Keluarga di Bunker Nuklir Siberia 

Tawaran itu dibuat Konanykhin dalam sebuah posting di media sosial LinkedIn. Dia menyebut tawaran itu sebagai "tugas moral" untuk mengambil tindakan dan membantu Ukraina menyusul serangan yang tidak beralasan.

"Saya berjanji untuk membayar $1.000.000 kepada petugas yang, sesuai dengan tugas konstitusional mereka, menangkap Putin sebagai penjahat perang di bawah hukum Rusia dan internasional," tulis Konanykhin sebagaimana dilansir Independent, Kamis (3/3/2022).

“Putin bukan presiden Rusia karena ia berkuasa sebagai hasil dari operasi khusus meledakkan gedung-gedung apartemen di Rusia, kemudian melanggar Konstitusi dengan menghilangkan pemilihan umum yang bebas dan membunuh lawan-lawannya.”

BACA JUGA: Wanita Ini Bersumpah Akan Berhubungan Seks dengan Tentara Rusia yang Menentang Putin dan Tolak Invasi

Konanykhin merujuk pada teori konspirasi bahwa dinas intelijen Rusia, FSB, yang dipimpin oleh Putin dari tahun 1998 hingga 1999, bertanggung jawab atas ledakan di empat blok apartemen yang menewaskan sekira 300 orang pada 1999. Serangan-serangan itu, yang dituduhkan pada teroris Chechnya, membantu memicu Perang Chechnya Kedua, yang dengan sendirinya membantu mengkonsolidasikan popularitas Putin di Rusia.

Putin menjadi perdana menteri pada 1999 dan diangkat sebagai penjabat presiden pada hari terakhir di tahun yang sama. Dia kemudian terpilih untuk masa jabatan penuh pada Maret 2000.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement