Share

Gambaran Overkapasitas Rutan Medan: 1.200 Tempat Tidur untuk 4.300 Orang

Wahyudi Aulia Siregar, Okezone · Sabtu 05 Maret 2022 03:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 05 340 2556627 gambaran-overkapasitas-rutan-medan-1-200-tempat-tidur-untuk-4-300-orang-vSgxY2Ag5r.JPG Kondisi Rutan Medan (Foto: Ist)

MEDAN - Kondisi di rumah tahanan negara (Rutan) Kelas I-Medan kini penuh sesak. Bagaimana tidak, fasilitas rutan yang disiapkan untuk 1200 orang, harus dibagi kepada 4.324 orang penghuni. Termasuk untuk tempat tidur.

Hal itu diungkapkan Kepala Rutan Kelas I-Medan, Theo Andrianus saat menerima kunjungan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah pada Jumat (4/2/2022).

Hadir pula dalam acara itu Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumut Ismael P Sinaga, Kapolsek Helvetia Kompol Heri Sihombing dan Penceramah Ustaz Helmi Nasution.

Theo mengaku senang dan mengapresiasikan, serta memberi penghargaan atas kehadiran Wagub Sumut ke rutan untuk memberi motivasi kepada warga binaan mereka.

"Seharusnya tempat tidur itu untuk 1.200, tapi 1.200 itu harus dibagi untuk 4.324 orang. Begitu juga dengan air bersih, listrik, harus dibagi dari kondisi ideal. Over kapasitas ini mencapai 350% dan tentu ini bukan masalah mudah bagi kami, dampak ini tentu buat kami sulit. Tapi harus dijalani dengan tabah, ikhlas dan tawakal," ujar Theo.

Ia berharap kehadiran Wagub Sumut Musa Rajekshah bisa menjadi semangat khususnya bagi warga binaan.

"Nasihat yang diberikan semoga jadi semangat, dan perlu diketahui di Masjid At-Taubah Rutan ini kami setiap hari menyelenggarakan kegiatan kerohanian. Khusus dalam acara Maulid Nabi di masjid ini, ada kegiatan perlombaan membaca surat pendek, mengaji, azan, salat jenazah dan fardhu kifayah. Harapan kami dari kegiatan-kegiatan ini warga binaan yang dahulunya salat jarang sekarang malah bisa menjadi imam salat, sehingga keluar dari rutan nanti bisa jadi pribadi lebih baik dan membuktikan pembinaan di sini berjalan baik," ujarnya.

Sebelumnya Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah berkunjung ke rutan Kelas I Medan. Dalam kunjungan itu Ijek --panggilan akrab Muda Rajekshah, mengingatkan warga binaan agar memanfaatkan waktu selama di rutan untuk belajar dan memperbaiki diri, serta mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

"Saya tahu saudara-saudara sekalian tak ada yang menginginkan di sini. Tapi inilah cobaan hidup, dan ingatlah kalau kehidupan kekal itu adalah nanti saat kita kembali kepada Allah SWT. Saudara sekalian, waktu tak mungkin kita putar balik, maka yang lama jangan jadi penyesalan berkepanjangan, waktu yang ada ini manfaatkan sebaik-baiknya. Introspeksi diri dan terus mendekatkan diri kepada Sang Pencipta," ujar Ijeck.

Dalam kunjungan ini, lanjut Ijeck, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga ingin melihat apa yang menjadi kesulitan yang dihadapi Kepala Rutan selama ini.

"Terima kasih kepada Kepala Rutan, Bapak Theo Andrianus yang telah mengizinkan kami datang ke mari. Kehadiran ini juga ingin diskusi, melihat apa kesulitan yang dihadapi, khususnya masalah kelebihan kapasitas yang juga terjadi di Rutan Wanita dan Anak. Kita tak menginginkan banyak warga binaan tinggal di sini, tapi ini keadaannya," ujar Ijeck.

Ia pun berharap ke depan, Rutan dapat lebih rutin membuat kegiatan-kegiatan positif yang lebih baik lagi, khususnya yang dapat mendekatkan warga binaan kepada kebaikan yang diajarkan di masing-masing agamanya.

"Untuk yang umat Islam, jadikan salat tempat mengadu, tempat bermanja-manja dan meminta kepada Alah SWT. Mudah-mudahan pertemuan ini bermanfaat, penyampaian Ustaz juga bisa jadi semangat," ujar Ijeck.

Sebelumnya, Ijeck menyempatkan diri berkeliling melihat fasilitas Rutan dan berbincang terkait apa apa yang bisa dibantu oleh Pemprov Sumut agar menjadikan Rutan menjadi lebih baik. Tahun lalu, Pemprov Sumut sudah menyerahkan bantuan berupa 1 unit mobil ambulance kepada Rutan Kelas I Medan. Setelah berkeliling, Ijeck juga menyempatkan diri Salat Jumat berjemaah dengan warga binaan di Masjid At-Taubah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini