Untuk itu, ia berharap agar seluruh fasilitas kesehatan dan para pemangku kepentingan bersama-sama saling bersinergi dan berkolaborasi dalam menjaga keberlanjutan layanan pengobatan kanker lewat kendali mutu kendali biaya. Hal tersebut juga sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan program jaminan kesehatan sesuai amanah regulasi.
“Selain itu, BPJS Kesehatan juga terus mengembangkan inovasi-inovasi layanan serta simplifikasi proses pada pelayanan peserta program JKN. Harapannya seluruh fasilitas kesehatan juga mendukung langkah tersebut dengan mengintegrasikan sistem layanan ke dalam sistem rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan yang terbaik bagi penyintas kanker,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai panelis Institute of Health Economics (IHE) Nils Wilking, Ketua Umum PERHOMPEDIN Tubagus Djumhana Atmakusuma, Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Sita Laksmi Andarini, Ketua Komite Penilaian Teknologi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Budi Wiweko dan Ketua Umum Cancer Information and Support Center (CISC) Aryanthi Baramuli Putri.
CM
(Agustina Wulandari )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.