Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Zelensky ke PM Bennett: Saya Tak Merasa Israel Bungkus Dirinya dengan Bendera Ukraina

Tim Okezone , Jurnalis-Minggu, 06 Maret 2022 |09:28 WIB
Zelensky ke PM Bennett: Saya Tak Merasa Israel Bungkus Dirinya dengan Bendera Ukraina
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (Foto: Reuters)
A
A
A

KIEV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kecewa dengan sikap Israel terhadap negaranya setelah Ukraina masih mendapat serangan berat Rusia setiap hari.

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas invansi negera beruang merah itu ke Ukraina di Kremlin pada Sabtu 5 Maret 2022.

Usai bertemu Putin, Naftali Bennett lalu berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy melalui sambungan telepon.

Zelensky berbicara dengan wartawan di lokasi yang dirahasiakan pada Kamis 3 Maret 2022. Dia berterima kasih kepada para wartawan dan memberitakan pernyataannya itu.

"Kalian adalah orang-orang pemberani." Menurut Ynet News dikutip dari Sindonews, Minggu (6/3/2022).

Zelensky berharap PM Israel Naftali Bennett dapat lebih mendukung Ukraina karena invasi oleh Rusia.

Baca juga: Sosok Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, Dulu Pelawak Kini Hartanya Rp10,8 Triliun

"Hari ini, saya melihat gambar indah orang-orang yang terbungkus bendera Ukraina di Tembok Barat, berdoa untuk negara ini," ujar Zelensky berbagi, menurut Ynet News.

"Saya bersyukur untuk itu," imbuh dia.

Baca juga: Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky Dahulu Pernah Mengisi Suara Film Paddington

Ia menambahkan, "Saya berbicara dengan para pemimpin Israel. Kami memiliki hubungan yang layak, tetapi itu diuji pada saat krisis. Saya tidak merasa bahwa pemerintah Israel telah membungkus dirinya dengan bendera Ukraina."

Para wartawan digiring ke beberapa lokasi sebelum tiba di lokasi konferensi pers, di mana Zelensky diapit para pengawal bersenjata.

Zelensky dengan pengamanan super ketat itu tampaknya takut akan ancaman pembunuhan oleh agen pemerintah Rusia. Zelensky mengatakan kepada wartawan, "Tentara Rusia sepuluh kali lebih besar dari kita. Mereka tidak mempertimbangkan nyawa prajurit mereka yang hilang."

"Mereka membawa krematorium untuk membakar mayat, dan tidak melaporkan jumlah korban mereka," ujarnya.

Dia menyatakan siap membahas masalah ini secara langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Apakah kamu menginginkan kedamaian?" Zelensky bertanya.

Baca juga: PLTN Zaporizhzhia Terbakar Akibat Serangan, Zelensky: Rusia Lakukan 'Teror Nuklir'

"Duduk dan bicaralah dengan saya tetapi tidak dari jarak 30 meter seperti dengan (Presiden Prancis) Macron. Saya tetangga Anda, saya pria normal," tegas dia.

Baca juga: Sumber Kekayaan Volodymyr Zelensky, Pelawak yang Jadi Presiden Ukraina Kini Perang Lawan Rusia

Israel telah mengirim konvoi bantuan ke Ukraina dan berencana mendirikan rumah sakit lapangan di negara itu. Tampaknya Ukraina menginginkan lebih dari itu dari Israel. Bantuan persenjataan dari Israel sangat diharapkan Ukraina yang saat ini membutuhkan pasokan senjata untuk melawan Rusia.

(Fakhrizal Fakhri )

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement