Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pergerakan Tanah Ancam DKI Jakarta, Wagub Ariza: Jadi Perhatian Bersama

Muhammad Refi Sandi , Jurnalis-Selasa, 08 Maret 2022 |13:53 WIB
Pergerakan Tanah Ancam DKI Jakarta, Wagub Ariza: Jadi Perhatian Bersama
Wagub DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria (foto: Istimewa)
A
A
A

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan bahwa ancaman pergerakan tanah di sejumlah wilayah Ibu Kota merupakan hal baru dan akan menjadi perhatian bersama.

"Terkait pergerakan tanah ini kan sesuatu yang baru ya di Jakarta yang menjadi perhatian kita bersama," ujar Ariza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (8/3/2022).

Ariza menambahkan bahwa Pemprov DKI telah memerintahkan camat dan lurah melakukan pemantauan. Selain itu, Dinas terkait juga telah melakukan penelitian terhadap fenomena tersebut.

"Ya lurah dan camat sudah melakukan pemantauan di dinas-dinas terkait telah melakukan penelitian terkait fenomena ini, ini juga menjadi perhatian kita harus lebih hati-hati, di Jakarta ternyata bukan hanya masalah banjir, gempa, tapi pergeseran tanah juga," ucapnya.

Baca juga: 10 Daerah DKI Jakarta Berpotensi Alami Pergeseran Tanah, Ini Daftarnya

Kemudian, Ariza menyebut saat ini belum menyiapkan tempat pengungsian sebagai antisipasi pergerakan tanah. Namun, pengungsian untuk banjir telah tersedia.

"Mungkin belum sejauh itu ya. Kalau pengungsian untuk banjir sudah stand by, Kalau memang dibutuhkan pengungsian tempat-tempat sudah siap," jelasnya.

Baca juga: Waspada! Ada Potensi Gerakan Tanah di Sejumlah Wilayah Jakarta

Lebih lanjut, Politikus Partai Gerindra itu menyatakan bahwa pihaknya tetap mengantisipasi potensi terjadinya pergerakan tanah tersebut meskipun merupakan suatu hal yang baru.

"Ya kita akan antisipasi, ini kan sesuatu yang baru bagi DKI, jadi tetap jadi perhatian kita. Memang belum ada buku panduan terkait pergerakan tanah, yang ada baru terkait pengendalian banjir. semua bencana kita inventarisir, data, teliti, evaluasi," tuturnya.

Sebelumnya, BPBD menyebut sejumlah wilayah masuk dalam zona menengah potensi pergerakan tanah.

"Prakiraan wilayah potensi terjadi gerakan tanah disusun berdasarkan hasil tumpang susun (overlay) antara peta zona kerentanan gerakan tanah dengan peta prakiraan curah hujan bulanan yang diperoleh dari BMKG," tulis akun Instagram @bpbddkijakarta dikutip, Selasa (1/3).

"Menurut informasi dari PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi), beberapa daerah di Provinsi DKI Jakarta berada di Zona Menengah," imbuhnya.

Sebagai informasi, wilayah yang masuk zona menengah diantaranya;

Jakarta Selatan; Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, Pesanggrahan.

Jakarta Timur; Kramat Jati dan Pasar Rebo.

Baca juga: DKI Jakarta Kembali PPKM Level 2, Wagub Ariza Bersyukur

(Fakhrizal Fakhri )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement