"Bahkan, dalam kisah-kisah yang mereka paparkan soal Perang Dunia Kedua, Perang Patriotik Akbar, Rusia tidak berbuat salah. Dan itulah mengapa sekarang mereka [penduduk Rusia] tidak mempercayai [serangan di Ukraina]," sambungnya.
Sebagian besar rakyat Rusia, menurutnya, tidak mencari sudut pandang lain. Narasi sepihak yang kritis terhadap Barat itulah yang diyakini Dr Joanna Szostek sebagai penyebab mengapa rakyat Rusia punya pandangan berbeda dengan keluarga mereka di negara-negara tetangga.
"Selama ini orang-orang yang mengkritik Rusia dipandang sebagai pengkhianat atau agen asing; semua pengritik adalah agen asing yang bekerja untuk Barat. Karena itu, ada orang yang tidak mempercayai putrinya sendiri."
Orangtua Anastasiya tinggal di sebuah desa kecil sejauh 20km dari wilayah Republik Rakyat Donetsk yang dikuasai kubu pemberontak sokongan Rusia.
Desa itu sendiri masih dikuasai aparat Ukraina, namun saluran televisi pemerintah Rusia selalu disetel di rumah orang tua Anastasiya. Mereka bahkan memasang jam sesuai dengan waktu bagian Moskow—seperti di era Uni Soviet.