Share

Kesal Foto Temannya Jadi Bahan Video Call Sex, Kuli Bangunan Bunuh Pelajar SMP

Sholahudin, iNews · Kamis 17 Maret 2022 15:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 17 340 2563309 kesal-foto-temannya-jadi-bahan-video-call-sex-kuli-bangunan-bunuh-pelajar-smp-Is5XHAhdtq.jpg Seorang kuli bangunan menganiaya pelajar SMP hingga tewas lantaran kesal foto temannya dijadikan bahan video call sex (Foto: iNews)

MOJOKERTO - Seorang kuli bangunan, warga Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, menganiaya seorang pelajar SMP hingga tewas. Aksi tersebut dilakukan karena pelaku jengkel foto temanya dibuat story whatsapp dan digunakan untuk video call sex setiap malam.

Sebelum meninggal, korban sempat menjalani perawatan di rumah sakit namun nyawanya tak tertolong.

Pelaku berinisial MI (21) itu ditangkap polisi karena melakukan pembunuhan terhadap MTH, pelajar SMP di Kecamatan Puri, Mojokerto.

Kondisi korban yang cukup parah, sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Sakinah, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Namun karena luka cukup parah di kepala, akhirnya korban meninggal dunia.

Tersangka mengaku nekat menganiaya korban hingga tewas karena mendapat keluhan dari temanya NA yang juga teman korban di SMP, yang mengatakan fotonya dibuat profil whatsapp korban dan digunakan untuk video call sex setiap malam.

NA pun jengkel dengan kelakuan korban dan meminta MI memberi pelajaran kepada korban. Dengan menggunakan gitar, korban dipukul berkali-kali di jalanan sepi kawasan Kecamatan Jatirejo, Mojokerto.

Korban yang tak berdaya sempat dirawat di puskesmas. Namun karena luka yang cukup parah, korban dirujuk ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia.

"Foto teman saya dibuat profil soalnya. Dibuat video call sex. Saya menyesal," ujar pelaku MI, Kamis (17/3/2022).

Setelah mendapat laporan awal, polisi juga mengamankan NA dan diperiksa di Polsek Jatirejo. Dalam keteranganya NA mengaku yang melakukan penganiayaan adalah temanya adalah MI.

Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar mengatakan, dari pemeriksaan motif pelaku untuk membunuh karena jengkel masalah foto profil whatsapp yang dijadikan video call sex.

Atas perbuatanya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis yaitu undang-undang perlindungan anak dan Pasal 170 tentang penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan ancaman hukuman lima belas tahun penjara.

"Awal mula kejadian diduga korban menggunakan foto teman si pelaku ini adalah masih anak-anak di bawah umur NA lalu mengadu ke MI. NA ini tidak senang karena lalu bersama-sama dnegan MI melakukan menganiaya korban hingga meninggal dunia," ujar Kapolres.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini