BERDIRINYA kerajaan-kerajaan di Nusantara tidak lepas dari keberadaan para pedagang luar wilayah yang kemudian membawa ajaran tertentu seperti Hindu, Buddha, animisme, hingga Islam.
Adanya agama yang masuk dan berkembang pada akhirnya menjadi pelopor berdirinya sebuah kerajaan. Tidak hanya itu, kerajaan tersebut bahkan melebarkan kekuasannya hingga mencakup beberapa wilayah dan menjadi kerajaan terbesar yang pernah ada.
Beberapa kerajaan ini menjadi kerajaan dengan wilayah yang paling luas, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber:
1. Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya berdiri sekitar abad ke-7. Berlokasi di Palembang, di tepi Sungai Musi, raja pertama yang memimpin adalah Raja Dapunta Hyang Sri Jayanasa. Prasasti Kedukan Bukit menyebutkan bahwa Kerajaan Sriwijaya didirikan pada 682 Masehi.
Puncak Kerajaan Sriwijaya terjadi pada masa pemerintahan Raja Balaputeradewa. Daerah-daerah kekuasaannya melingkupi Sumatera, pulau-pulau sekitar Jawa bagian barat, sebagian Jawa bagian tengah, sebagian Kalimantan, hingga Semenanjung Melayu.
Mereka juga menguasai perdagangan di jalur utama Selat Malaka hingga Kamboja dan wilayah perairan Nusantara. Sayangnya, kemakmuran yang mereka rasakan harus musnah pada awal abad ke-11 karena adanya serangan dari Dinasti Chola, India.
Baca juga: Deretan Selir Paling Populer pada Masa Kerajaan di Nusantara, Nomor 3 Bunuh Suami
2.Kerajaan Majapahit
Majapahit disebut sebagai kerajaan Hindu-Buddha terakhir di Nusantara, yang berdiri pada akhir abad ke-13 tepatnya tahun 1293 oleh Raden Wijaya. Kerajaan ini lalu terkenal akan Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Mahapati Gajah Mada dan mencapai puncak kekuasaan pada pemerintahan Raja Hayam Wuruk.
Kerajaan Majapahit adalah kerajaan dengan luas wilayah terbesar. Bahkan luas wilayah kekuasaannya hampir mencapai seluruh Nusantara. Daerah yang masuk ke dalam kekuasaan Majapahit adalah Sumatera, Semenanjung Malaysia, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, Maluku, Papua, Tumasik (Singapura), dan sebagian Filipina.
Sayangnya setelah Hayam Wuruk dan Gajah Mada meninggalkan posisi mereka dari singgasana, Majapahit mengalami kemunduran. Beberapa wilayah pun melepaskan diri karena adanya perang saudara yang disebut Perang Paregreg.