Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Perang Rusia dan Ukraina Picu Lonjakan Harga Pangan

Agregasi VOA , Jurnalis-Kamis, 24 Maret 2022 |06:12 WIB
Perang Rusia dan Ukraina Picu Lonjakan Harga Pangan
Warga Timur Tengah dan Afrika Utara merasakan dampak kenaikan harga pangan akibat perang Rusia dan Ukraina (Foto: AP/VOA)
A
A
A

Namun harga pangan telah meningkat selama hampir dua tahun ini. Sebagian disebabkan cuaca buruk sehingga mengurangi panen di beberapa negara penghasil pangan dunia. Kurangnya cadangan pangan itu mendorong harga meroket, bahkan sebelum konflik mulai.

Kini, panen Ukraina berikutnya diragukan. Para petani harus bersiap untuk musim tanam berikutnya. Namun, kini hal itu sulit dilakukan.

Petani Rusia juga terkena dampaknya. Mereka tidak terkena sanksi, tetapi bank Rusia yang dikenai sanksi. Jadi, pada dasarnya menutup petani Rusia dari sistem keuangan.

Joe Jansen dari University of Illinois mengatakan, "Harga pupuk sudah cukup tinggi tahun lalu. Harga telah turun sedikit dalam beberapa bulan terakhir dan kini naik lagi, sebagian karena Rusia dan sekutunya Belarus adalah pengekspor utama pupuk."

Baik Rusia maupun Belarus keduanya berada di bawah sanksi atas serangan Rusia ke Ukraina. Namun masalahnya adalah panen berikutnya. Beberapa bagian negara Timur Tengah dan Afrika Utara kini merasakan dampaknya.

Sisi positifnya, penanaman musim semi belum dimulai di beberapa negara penghasil gandum yang besar. Petani mungkin akan mengganti sebagian lahan yang mereka rencanakan untuk menanam kedelai atau jagung, menjadi gandum. Lambat laun, upaya itu bisa menurunkan harga pangan.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement