Share

Terkait Konflik Israel-Palestina, Ketum PBNU: Persoalan Kompleks dan Tumpang Tindih

Bachtiar Rojab, MNC Media · Senin 28 Maret 2022 07:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 28 18 2568836 terkait-konflik-israel-palestina-ketum-pbnu-persoalan-kompleks-dan-tumpang-tindih-S1vrzBrcsu.jpg Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Foto : Antara)

JAKARTA  - Konflik yang saat ini terjadi di seluruh Jalur Gaza, Palestina, dan Israel dipicu oleh perselisihan di Yerusalem di mana pemukim Yahudi telah mengeklaim tanah yang dihuni oleh orang Arab adalah milik Israel. Percikan itu, menyala lebih dari 70 tahun lamanya.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) mengaku, Nadhlatul Ulama (NU) memiliki sikap terhadap huru-hara yang terjadi di Palestina. Menurutnya, persoalan yang terjadi di Al-Quds adalah hal yang rumit.

"Persoalan yang sangat rumit, kompleks dan saling tumpah tindih antara satu masalah dengan yang lain ada masalah politik, masalah keagamaan, dan lain sebagainya," ujar Gus Yahya kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Minggu (27/3/2022).

Karena itu, Gus Yahya optimis terhadap hadirnya NU yang selalu menyuarakan penindasan yang terus terjadi di Palestina.

"Tapi kami harus memilih dimensi apa dari permasalahan yang rumit ini yang harus dimasuki oleh Nahdatul Ulama, karena ada masalah politik, ada masalah agama," katanya.

Gus Yahya menilai, kemerdekaan yang sedang diperjuangkan oleh masyarakat Palestina adalah bagian dari kucuran darah dan keringat umat muslim seluruh dunia. Bahkan, dari sisi kemanusiaan yang tak melihat dari agama manapun.

"Apabila umat manusia gagal memberikan jalan keluar bagi rakyat Palestina maka kemanusiaan gagal untuk memelihara martabatnya sendiri," jelasnya.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Kendati demikian, Gus Yahya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut mendoakan yang terbaik bagi keadaan di Palestina. Karena, Ia yakin kemenangan dan hari yang indah akan digapai suatu saat nanti di Palestina.

"Segala kesedihan yang sekarang dialami (Palestina) menuju martabat kemanusiaan yang lebih mulia dan masa depan yang lebih cerah," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini